Sungai Berwarna Merah Darah Dikaitkan Hal Logis dan Mistis, Ini Kata Jeckson

"Kalau dugaan sementara hasil temuan dari zat pewarna ulos yang dibuang sembarangan. Upaya kita sudah ambil sample dari tiga titik. Dan itu sud.."

Sungai Berwarna Merah Darah Dikaitkan Hal Logis dan Mistis, Ini Kata Jeckson
Tribun Medan / Dedy
Aliran sungai Bah Bolon berubah warna menjadi merah darah di Pematangsiantar 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Fenomena langka berubahnya warna air Sungai Bah Bolon di Pematangsiantar sempat menghebohkan masyarakat.

Instansi terkait, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dan Kepolisian sudah berkoordinasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jeckson Gultom menjelaskan, pihaknya sudah mengambil sample air Sungai Bah Bolon. Sementara, dugaan ditemukan zat pewarna ulos yang mencemari air akibat pembuangan sampah sembarangan.

Baca: Heboh Pitbull Gigit Anak Tuannya hingga Tewas, 2 Anjing Ini Setia Jaga Jasad Pemiliknya yang Dibunuh

"Kalau dugaan sementara hasil temuan dari zat pewarna ulos yang dibuang sembarangan. Upaya kita sudah ambil sample dari tiga titik. Dan itu sudah dibawa ke laboratotium. Ada diambil tiga titik dari sumber air (hulu), tengah dan akhir (hilir). Sample dibawa ke Medan. Tanggungjawab kita di wilayah Siantar, kita akan tunggu hasil uji sample apa yang terkandung di dalamnya," jelasnya, Selasa (8/8/2017)

Dijelaskan Jeckson bahwa pelaku pencemaran terhadap lingkungan dapat tersandung pidana dengan Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Diketahui, ancaman pidana penjaranya paling singkat tiga tahun dan paling lama sepuluh tahun dan denda minimal Rp 3 miliar dan maksimal 10 miliar.

"Kita sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan dinas kesehatan untuk menguji lab terkait zat dan dampak pewarna yang telah tercemar," ujarnya.

Aliran Air Sungai Bah Bolon berubahbwarna jadi merah darah di Pematangsiantar
Aliran Air Sungai Bah Bolon berubah warna jadi merah darah di Pematangsiantar (Tribun Medan / Dedy)

Sebelumnya, analisis masyarakat mulai dari logis hingga mistis bermunculan. Ada yang beranggapan logis bahwa terjadi pencemaran akibat zat tertentu, dan uniknya, ada pula yang mengaitkan fenomena ini dengan hal mistis pertanda kiamat, kemurkaan alam atau leluhur.

"Gak pernah terjadi begini, pertanda apanya ini. Kok tiba-tiba air sungai berubah menjadi merah darah. Gak tahu kok bisa gini. Aneh kali kurasa. Udah mau kiamat, udah mau kiamat ini, air sungai Bah Bolon berubah jadi darah,” ujar Fransiscus warga Simarimbun

Halaman
1234
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved