TribunMedan/
Home »

Video

MIRISNYA! Masih Ada Warga Indonesia yang Makan Garam, Saksikan Videonya

Sejumlah Warga Indonesia yang masih hidup pada garis kemiskinan. Akibat kondisi ekonomi yang lemah, untuk makan pun harus memilih garam sebagai pengga

MIRISNYA! Masih Ada Warga Indonesia yang Makan Garam, Saksikan Videonya
Tribun Medan / Arjuna
Edison Lumban Tobing (65) dan Herlina Silalahi (62) warga kurang mampu yang hanya memanfaatkan garam sebagai pengganti laukpauk, Rabu (9/8/2017). (Tribun Medan / Arjuna) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara
 
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sejumlah Warga Indonesia yang masih hidup pada garis kemiskinan. Akibat kondisi ekonomi yang lemah, untuk makan pun harus memilih garam sebagai pengganti lauk pauk.

Seperti yang ditemui pada pasangan Edison Lumban Tobing (65) dan Herlina Silalahi (62), saat dikunjungi oleh Anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan di kediamannya di Jalan Gaperta, Gang Martabe Lingkungan V Rel, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Baca: MEMALUKAN, Pengusaha Kaya dan Kapolsek Pakai Surat Miskin Masukkan Anak ke SMA Favorit

Baca: ALAMAK! Perwira Polisi dan Pengusaha Punya Jeep Wrangler pun Pakai Surat Miskin untuk Masuk Anak

Herlina mengatakan, sejak suaminya sakit dua tahun terakhir, ia harus mengambil alih menjadi kepala rumah tangga. Untuk menafkahi ketiga cucu dan suaminya yang tak lagi dapat mendampinginya memulung, dia pun harus pergi sendirian.

Herlina yang hanya berpenghasilan Rp 30.000 per hari tidak sanggup mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Akibat kesulitan yang mendera, Herlina dan keluarga pun sering memilih garam untuk pengganti lauk. Serta, hanya daun ubi yang tumbuh di antara semak-semak yang bisa dibawa pulang untuk dijadikan sayur.

Mereka hanya tinggal di Gubuk berdinding tepas bambu, berlantaikan tanah di pinggir rel kereta api. Diakuinya, terkadang gubuk mereka kerap disambangangi banjir kala hujan turun dalam rentang waktu yang lama.

Sementara itu, anak semata wayangnya, Marta Mida Lumban Tobing pun sudah mengadu nasib ke Negeri Jiran, Malasya sebagai pembantu rumah tangga. Sedangkan suami Mirda tidak pernah bertanggungjawab atas anak-anaknya, dan tak diketahui dimana kini berada.

Mirisnya, kata ibunya, Marta tidak memiliki status dan kejelasan lagi di Malasya, sehingga tidak bisa membantu untuk menanggung beban keluarga, telebih anak-anaknya yang ia tinggalkan bersama Herlina.(*)

SAKSIKAN VIDEONYA:

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help