Ngeri, Saksi Kunci Kasus e-KTP Johannes Marliem Ditemukan Tewas, Kok Bisa?
Saksi kunci kasus KTP elektronik (e-KTP) dikabarkan tewas akibat bunuh diri pada Kamis (10/8) kemarin.
TRIBUN-MEDAN.com - Johannes Marliem yang merupakan saksi kunci kasus KTP elektronik (e-KTP) dikabarkan tewas akibat bunuh diri pada Kamis (10/8) kemarin.
Sekadar informasi, Johannes merupakan provider produk automated fingerprint indentification system (AFIS) merek L-1 dari PT Biormorf Lone yang akan digunakan dalam proyek e-KTP.
Dalam rumor yang beredar, Johannes tewas bunuh diri di sebuah rumah yang dia sewa di perumahan elit Los Angeles seharga US$ 25.000 per bulan.
Baca: NEWS VIDEO - Oknum TNI Marah-marah dan Pukul Polisi Lalulintas di Tengah Keramaian
Baca: Oknum TNI Pukul Anggota Polisi: Hardik ala Hook Tinju, Tampar dan Tendang Sepeda Motor
Baca: Oknum TNI Pukul Anggota Polisi, Danrem Minta Maaf dan Beri Hukuman
"Katanya ada suara tembakan beberapa kali dan diberitakan bunuh diri. Dia terkait dengan kasus e-KTP," demikian bunyi pesan singkat yang beredar.
"Saya tidak tahu bagaimana menceritakannya tanpa terdengar gila, tapi dalam 24 jam terakhir,"
"Ada dua kasus kematian yang menegangkan di perumahan mewah Los Angeles (West Hollywood/Pacific Palisades)," demikian informasi yang Kontan dapatkan dari boards.4chan.org.

Diceritakan, kejadian pertama terjadi di rumah besar yang dimiliki Tamme McCauley, putri Melvin dan Bren Simon, dari Simon Property Group.
Kasus kedua terjadi di rumah besar yang terdaftar atas nama Johannes Marliem, seorang pria yang mendonasikan uang kepada Partai Demokrat AS dengan jumlah yang sangat besar.
Baca: Reaksi Menohok TNI AU Menyasar Oknum TNI Tabrak, Tendang dan Pukul 4 Kali Seorang Polantas
Baca: Insiden Pemukulan Personel Lantas Oleh Oknum TNI, Danrem 031/Wirabima Minta Maaf
Baca: Serda WS Terancam Diberhentikan dari Kesatuan TNI AD
Padahal, dia bukan warga AS dan tidak ada yang tahu siapa dirinya.