TribunMedan/

Polemik Patung Kwan Sing Bio Tuban, UKP-PIP Sarankan Diselesaikan Lewat Jalur Musyawarah

"Sebenarnya seperti itu harus diselesaikan lewat pendekatan komunitas. Pendekatan restoratif, konsensus, permusyawaratan, damai,"

Polemik Patung Kwan Sing Bio Tuban, UKP-PIP Sarankan Diselesaikan Lewat Jalur Musyawarah
(ANTARA FOTO/AGUK SUDARMOJO)
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, dengan menggunakan alat berat crane menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, Minggu (6/8/2017). Patung setinggi 30,4 meter itu ditutup dengan kain oleh pengurus kelenteng karena adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat atas patung itu. 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif menyoroti penolakan kelompok masyarakat tertentu terhadap patung raksasa dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen di Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa Timur.

Menurut Yudi, sebaiknya persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur musyawarah mufakat ketimbang aksi massa.

Baca: UKP Pancasila Diharapkan Bantu Masyarakat Menghormati Perbedaan

"Sebenarnya seperti itu harus diselesaikan lewat pendekatan komunitas. Pendekatan restoratif, konsensus, permusyawaratan, damai," ujar Yudi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (12/8/2017).

Melalui musyawarah mufakat, dia yakin solusi yang dihasilkan pun akan lebih tuntas.

"Kalau berbagai pihak dipertemukan melalui semangat musyawarah, biasanya jauh lebih efektif sehingga lalu terjadi penyelesaian yang konklusif," ujar Yudi.

Lebih jauh, Yudi mengatakan bahwa sebenarnya banyak patung yang ada di Indonesia. Ada yang merupakan patung pahlawan Indonesia, ada pula patung yang bernuansa religi. Yudi berharap masyarakat Indonesia tidak bersikap tertutup atas hal-hal semacam itu.

"Dalam Pancasila, kata Bung Karno kita ingin mencapai kebangsaan kita tidak chauvinis, tertutup. Tapi ingin menuju persaudaraan bangsa-bangsa di dunia. Artinya setiap hal baik dari luar, kita jangan bersifat xenophobia, antiasing. Kalau itu positif, bisa saja kita apresiasi," ujar Yudi.

Diberitakan, kelompok masyarakat tertentu menolak berdirinya patung raksasa dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur. Puluhan orang dari berbagai elemen menggelar aksi protes di depan gedung DPRD Jatim, beberapa waktu lalu.

Mereka mendesak patung itu segera dirobohkan karena tidak terkait dengan sejarah bangsa Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help