TribunMedan/

Jemaah Haji

INGAT! Jemaah Haji Jangan Foto dengan Unta Jika Tak Ingin Terkena Virus Ini

"Jemaah Haji disarankan memakai masker pelindung hidung dan mulut di tempat ramai, seperti Masjid Nabawi, Masjidil Haram dan tempat lainnya, serta men

INGAT! Jemaah Haji Jangan Foto dengan Unta Jika Tak Ingin Terkena Virus Ini
(Reuters)
Kawanan besar unta melintasi perbatasan Arab Saudi 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau seluruh jemaah haji asal Indonesia yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci untuk berhati-hati akan kemungkinan munculnya virus MERS-COV. Hal itu diutarakan, Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/8/2017).

"Jemaah Haji disarankan memakai masker pelindung hidung dan mulut di tempat ramai, seperti Masjid Nabawi, Masjidil Haram dan tempat lainnya, serta mengikuti etika kesehatan dasar saat bersin atau batuk," ujar Nila.

Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Eka Jusuf Singka mengimbau jemaah untuk tidak tidak berfoto-foto atau dekat-dekat dengan hewan Unta. Alasannya, Unta dicurigai sebagai medium penularan virus MERS-COV.

Baca: Sudah 6.222 Jemaah Calhaj Diberangkatkan ke Tanah Suci

Eka juga meminta kepada seluruh petugas kesehatan haji di Arab Saudi untuk mengoptimalkan upaya promotif dan preventif kepada jemaah haji yang sudah berada di Makkah maupun yang masih di Madinah.

"Jemaah diharuskan mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah berada di WC umum atau toilet umum. Jangan menggosok-gosokkan tangan ke mata atau hidung jika tangan belum dicuci dengan sabun," ujar Eka.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, M Subuh juga mengatakan, kasus MERS-COV secara sporadis tetap terjadi di Saudi.

Di mana, seringkali berupa infeksi nosokomial di kalangan petugas kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang merawat pasien MERS-COV.

"Kewaspadaan harus tetap dilakukan meskipun belum terjadi penyebaran ke berbagai negara. Belum ada laporan tentang jemaah dari luar Arab Saudi yang terinfeksi MERS-COV sejak 2012," kata Subuh.

Imbauan dari Kementerian Kesehatan ini sebagai langkah pencegahan atas adanya dua kasus baru Mers-COV yang menimpa ekspatriat wanita berusia 38 dan 42 tahun. Keduanya didiagnosis positif virus Mers di Dawmat Al-Jandal di provinsi Al-Jouf.

Halaman
1234
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help