TribunMedan/

Roti Ketawa Sambo, Pelanggan Tersebar hingga ke Kalimantan dan Papua

Jangan mengaku sudah pernah ke Kota Siantar kalau belum makan roti ketawa. Begitulah

Roti Ketawa Sambo, Pelanggan Tersebar hingga ke Kalimantan dan Papua
TRIBUN MEDAN
ROTI ketawa yang dijual di Roti Ketawa Sambo menjadi pilihan masyarakat dan wisatawan yang dating berkunjung ke Siantar. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Jangan mengaku sudah pernah ke Kota Siantar kalau belum makan roti ketawa. Begitulah pesan yang sering disebutkan masyarakat buat para wisatawan lokal dan mancanegara.

"Pesan itulah yang sering pelanggan kami bilang kalau singgah dan membeli roti ketawa Sambo," kata pengelola Roti Ketawa Sambo, Anthony yang berada di Jalan Sangnaualuh-Jalan Asahan Pematangsiantar, beberapa waktu lalu.

Roti Ketawa Sambo ini kini menjadi salah satu ikon Kota Siantar. Sebelumnya juga sudah ada ikon membanggakan Kota Siantar seperti Becak BSA, Roti Ganda, dan Taman Hewan Siantar. 

Anthony mengatakan, disebut roti ketawa lantaran bentuknya yang merekah dan pecah ketika dimasak dan rasanya yang gurih. "Saat ini roti ketawa paling banyak dicari oleh warga setempat. Kalau pelanggan Roti Ketawa kita sudah ada yang bawa ke Kalimantan dan Papua," kata Anthony. 

Kata Anthony, Roti Ketawa Sambo merupakan usaha rumahan selama lima tahun terakhir. Sebelumnya usaha roti ketawa ini hanya terbatas di pasar-pasar tradisional. Namun semenjak pelanggan mulai banyak serta mengetahui kegurihan rasa dan kelembutannya, maka permintaan semakin laris manis. 

Anthony mengatakan, untuk membuat roti ketawa, maka dibutuhkan tepung terigu, gula, wijen, sedikit garam, mentega dan telur. Bahan mentah ini kemudian diolah menjadi adonan dasar.

Baca: Mengudap dan Menikmati Roti Ketawa yang Jadi Oleh-oleh Khas Kota Pematangsiantar

Baca: Ini Cara Pembuatan Roti Ketawa Siantar

Di lokasi warga bisa melihat langsung proses pembuatan.  Saat Tribun dating, Ika Pasaribu, pramusaji Roti Ketawa tampak mencampur seluruh bahan. Bahan adonan dipotong-potong dengan mesin khusus pemotong, dan kemudian dipotong lagi lebih kecil dengan pisau. Ada yang berukuran kecil, sedang, besar, dan jumbo. 

Setelah dipotong, terus diaduk bersama wijen dan selanjutnya bisa digoreng selama lima menit. Penggorengan cukup selama lima menit dengan suhu yang sudah teratur.

Selanjutnya roti ketawa masuk ke tahap pengemasan dan siap dijual. Setiap bungkusnya pembeli cukup merogoh kocek Rp10.000 saja.

"Biasanya saat hari besar, produksi bisa bertambah 20 hingga 30 persen dari biasanya. Lebaran warga paling suka roti ketawa mini. Karena yang mini bisa dijadikan camilan dan sedikit lebih keras dibanding yang sedang atau jumbo," kata Anthony. 

Anthony menambahkan, Roti Ketawa Sambo tersedia dalam rasa original, pandan, dan cokelat. Selain roti ketawa, camilan lain juga tersedia di Roti Letawa Sambo seperti kue kering, kacang Arab, kacang lihin, roti kacang, donat, kembang loyang, dan berbagai keripik.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help