TribunMedan/

Solu Parduadua, Sampan Tradisional dari Danau Toba

Berbagai macam perlombaan diadakan di Danau Toba, Parapat, kabupaten Simalungun

Solu Parduadua, Sampan Tradisional dari Danau Toba
Tribun Medan / Ari
Peserta Solu Parduadua saat akan memulai pertandingan di Danau Toba. (Tribun Medan / Ari) 

TRIBUN-MEDAN.com, PARAPAT - Berbagai macam perlombaan diadakan di Danau Toba, Parapat, kabupaten Simalungun sebagai bagian untuk memperingati HUT ke-72 Republik RI.Salah satu perlombaan yang menarik perhatian masyarakat Solu Parduadua.

Solu Parduadua merupakan sampan yang menjadi ciri khas ketika wisatawan datang ke Danau Toba. Kehadiran sampan ini bisa dikatakan sangat jarang dilihat akibat perkembangan jaman. Oleh karenanya di perayaan kemerdekaan Indonesia ke-72 di Kabupaten Simalungun, Solu Parduadua dihadirkan.

"Solu Parduadua berasal dari bahasa Sumatera Utara, di mana Solu berarti sampan sedangkan Parduadua berarti dua orang yang mengemudikan sampan," ucap Bupati Simalungun JR Saragih di Pantai Bebas, Parapat, Kabupaten Simalungun, Selasa (15/7).

Diakuinya, Solu Parduadua merupakan perahu tradisional yang sudah ada sejak lama. Biasanya, perahu ini kerap digunakan masyarakat dalam mencari ikan di sekitaran perairan Danau Toba.

Baca: Bupati Simalungun Tinjau Persiapan di Pantai Bebas Danau Toba Jelang Perayaan HUT RI

Baca: Nikmati Panorama Danau Toba Sambil Minum Kopi dan Bersantai? Di Sini Tempatnya

"Solu Parduadua biasanya dibuat dari kayu Jior atau ilung dengan panjang 6 hingga 8 meter. Perahu sampan ini dibuat dari kayu utuh tanpa ada paku sebagai penahannya," paparnya lagi.

Orang nomor satu di Kabupaten Simalungun ini menambahkan proses pembuatan perahu sampan ini bisa ditemui di seluruh pesisiran Danau Toba di Kabupaten Simalungun. 

"Selain perkembangan zaman, proses pembuatan kapal ini juga cukup memakan waktu yang lama. Selain itu, biaya yang dibutuhkan cukup besar," tambahnya.

Ketua Pelaksana Kemerdekaan Indonesia Marolop Silalahi menambahkan dengan menghadirkan Solu Parduadua maka akan mengingatkan sejarah kehadiran Indonesia kepada generasi muda.

"Solu Parduadua merupakan kekayaan budaya Indonesia yang sudah ada sejak lama, dengan menghadirkan sampan tersebut maka generasi muda akan semakin ingat perjuangan Indonesia di masa lampau," tambahnya.

Para peserta Solu Parduadua mengaku sangat rindu dengan kehadiran Solu Parduadua yang dihadirkan Pemerintahan Kabupaten Simalungun di perayaan kemerdekaan Indonesia ke-72.

"Solu Parduadua sudah jarang ditemui, maka dengan diadakannya lomba sampan tersebut kian mengingatkan kita perihal keberadaan Solu Parduadua yang perlahan mulai menghilang," kata seorang peserta Solu Parduadua, Budi Sitanggang.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help