TribunMedan/

Aripay Menilai KLHK Gagal Ciptakan Iklim Kompetisi Bisnis yang Adil dan Transparan

Seharusnya semua perusahaan atau pengusaha yang melakukan usaha di lahan register 40 ditindak tegas jika melanggar aturan.

Aripay Menilai KLHK Gagal Ciptakan Iklim Kompetisi Bisnis yang Adil dan Transparan
Tribun Medan/Nanda Fahriza Batubara
Sekretaris Komisi B DPRD Sumut Aripay Tambunan 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - DPRD Sumatra Utara menilai meninggalnya pengusaha perkebunan asal Sumatera Utara DL Sitorus membuka fakta baru. Bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak berhasil menciptakan iklim kompetisi yang adil dan transparan bagi pengusaha di bidang perkebunan.

Menurut anggota DPRD Sumut Fraksi Amanat Nasional (FPAN) Aripay Tambunan, kasus DL Sitorus menunjukkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) hanya fokus menindak satu perusahaan di antara sekian perusahaan yang bermasalah di lahan register 40.

“Jika pemerintah ingin tegas seharusnya semua perusahaan atau pengusaha yang melakukan usaha di lahan register 40 ditindak tegas jika melanggar aturan. Kenapa hanya perusahaan DL Sitorus yang ditindak dan diekpose habis-habisan,” katanya dalalm pernyataan pers, Kamis (17/8/2017).

Baca: Sengketa Register 40 Padang Lawas: Berapa Kali Pak DL Sitorus Akan Dieksekusi?

Baca: Jaksa Agung Ungkit Kasus DL Sitorus saat Jenazah Belum Dimakamkan, Ini Kata Pengacaranya

Menurut Aripay, sebagai regulator Kementerian yang dipimpin Siti Nurbaya harusnya berada di posisi netral, tidak berpihak pada kepentingan tertentu.

Perlakuan terhadap DL Sitorus yang sedemikian tegas, namun tidak pada pengusaha lain dapat dipersepsikan sebagai tindakan yang tidak fair oleh pelaku bisnis.

Pada akhirnya, pelaku bisnis menilai pemerintah hanya mengakomodasi kepentingan tertenu saja.

Ia menekankan, Menteri Siti Nurbaya, harus bisa menjelaskan secara gamblang kepada publik siapa saja pihak-pihak yang tidak memenuhi persyaratan mengelola lahan di Register 40.

“Agar fair, semuanya diperlakukan sama dan publik bisa menilai bahwa banyak yang melakukan kesalahan.”

Halaman
12
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help