Home »

Sumut

Nurhajizah Berikan Pernyataan Menohok pada Musdalub Hanura, Begini Katanya

Ada berbagai poin yang Nurhajizah sampaikan. Mulai dari seruan komitmen terhadap keputusan Musdalub hingga sosok yang akan diusung partai pada Pemilih

Nurhajizah Berikan Pernyataan Menohok pada Musdalub Hanura, Begini Katanya
Tribun Medan / Nanda
Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Tahun 2017 DPD Hanura Sumut di Hotel Santika Premiere Dyandra Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Senin (21/8/2017). (Tribun Medan / Nanda) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Politisi Partai Hanura sekaligus Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung mengungkapkan pernyataan menohok saat memberikan kata sambutan pada Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Tahun 2017 DPD Hanura Sumut.

Satu di antara poin yang akan dihasilkan Musdalub ini antara lain menetapkan Ketua DPD Partai Hanura Sumut yang baru.

Ada berbagai poin yang Nurhajizah sampaikan. Mulai dari seruan komitmen terhadap keputusan Musdalub hingga sosok yang akan diusung partai pada Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Gubernur di Sumut 2018 mendatang.

Untuk Musdalub ini, Nurhajizah menyebut Partai Hanura memiliki seorang pemilik. Nurhajizah tidak menyebut identitas pemilik partai yang dimaksudnya tersebut. Namun, ia bilang semua kader Partai Hanura harus menaati tiap keputusan yang ditetapkan si pemilik partai.

Baca: Kasus Pemukulan Abang Bupati Samosir Jalan Ditempat

"Partai ini ada pemiliknya. Kalau pemiliknya bilang A, tidak bisa lagi B. Kalau A, ya A. Kalau B, ya silakan keluar," kata Nurhajizah di Hotel Santika Premiere Dyandra Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Senin (21/8/2017).

Pada kesempatan ini, Nurhajizah juga mengajak semua pihak yang mengincar posisi jabatan partai untuk bertarung secara sehat. Ia juga mengaku pernah diminta mantan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto untuk menjabat Ketua DPD Hanura Sumut. Namun dengan alasan tertentu, Nurhajizah menolaknya.

"Jangan ada lagi isu-isu yang tidak penting. Kalau mau jabatan jangan pakai isu. Kalau jago, ya bertanding lah. Itu saja. Bertanding jangan di belakang, saya perempuan saja begitu," kata dia.

"Tahun 2016, sebenarnya DPD (Hanura Sumut) ini diserahkan Wiranto ke saya. Tapi karena saya merasa tidak jago, saya tolak. Ada yang bawa koper ke saya, tapi saya tolak. Saya merasa tidak jago," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Nanda Fahriza Batubara
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help