Lulusan dengan Keterampilan di USM Indonesia
Adapun fakultas farmasi dan ilmu kesehatan ada sembilan program studi, dengan empat program studi S1 yakni Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Ners, Fa
Laporan Wartawan Tribun Medan / Silfa Humairah
TRIBUN-MEDAN.com - Visi Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia di Jalan Kapten Muslim No.79, Dwi Kora, Medan Helvetia, adalah menjadi akademi yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan kebidanan serta menghasilkan lulusan yang mampu memberikan pelayanan komprehensif pada ibu dan anak dengan berfokus pada filosofi asuhan kebidanan fisiologis di Sumatera Utara tahun 2020.
Adapun fakultas farmasi dan ilmu kesehatan ada sembilan program studi, dengan empat program studi S1 yakni Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Ners, Farmasi, Psikologi. Dan program studi D3 yakni Program Studi Keperawatan, Kebidanan, Analis Kesehatan, Analisa Farmasi dan Makanan.
Menghasilkan lulusan yang mempunyai keterampilan sesuai dengan bidangnya menjadi point penting, tapi pembentukan karakter mahasiswa juga tidak boleh dilewatkan. Hal itu diungkapkan Karnirius Harefa, S Kp S Pd, M Biomed wakil rektor III USM Indonesia.
Oleh sebab itu Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia juga fokus pada pembentukan karakter mahasiswa melalui kegiatan seminar dan studi tour hingga kerjasama dengan kampus lain baik dalam kota, luar kota hingga internasional untuk meningkatkan kemampuan lulusan dengan jiwa pemimpin namun tetap memiliki karakter.
Ia menuturkan pembentukan karakter mahasiswa dilakukan sejak awal masuk kuliah.Di awal masuk kuliah mahasiswa akan mengikuti tes dan wawancara. Di sini, pihak kampus akan melihat tujuan mereka dan juga minat mahasiswa. Setelah itu, dalam proses perkuliahan mahasiswa akan didekatkan pada kegiatan-kegiatan yang bisa membentuk karakter mereka.
"Beberapa kegiatan yang diadakan untuk membentuk karakter mahasiswa antara lain kegiatan kesehatan, anti narkoba, pelatihan bela negara dan acara kegamaan," katanya.
Untuk kegiatan anti narkoba, ia mengatakan kampus juga bergabung dalam Asosiasi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba yang berada di bawah naungan Badan Narkotika Nasional (BNN). Bahkan ada juga mahasiswa yang menjadi satuan tugas (satgas) anti narkoba dan dilatih langsung oleh BNN Provinsi Sumut.
Baca: Pencuri Mobil Polisi Ternyata Sudah 13 Kali Beraksi
Untuk kegiatan kesehatan, ada Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang digelar USM Indonesia melalui pusat kesehatan masyarakat, kebencanaan dan lingkungan hidup bekerjasama dangan Balai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Balai K3) Medan akhir bulan lalu.
K3RS merupakan kewajiban yang harus ada di RS dan merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan akreditasi, baik kareditasi nasional maupun internasional.
"USM-Indonesia telah memiliki MoU atau nota kesepahaman bidang pelatihan K3, dan oleh karena itu kepada peserta dberikan sertifikat yang dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja. Peserta pelatihan adalah dokter, para medis, anggota komunitas K3RS, konsultan maupun mahasiswa," katanya.
Pusat studi ini telah sukses menyelenggarakan pelatihan serupa pada bulan April 2017 yang lalu. Pada bulan Mei sebelumnya melaksanakan “in house training” di RSUD Sibuhuan Kab. Padang Lawas.
(Sil/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mahasiswa-foto-bersama-di-deoan-gedung-usm-indonesia_20170823_182852.jpg)