Marching Band, Ekstrakurikuler Eksklusif Bagi Siswa

Sedangkan marching band adalah sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup,

Tribun Medan / Silfa
Kegiatan paskibra siswa SMA WR Supratman 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Marching band dan drum band bisa dibilang sebagai perpaduan antara unsur kedisiplinan dan seni.

Siswa SD, SMP hingga SMA khususnya banyak meminati kegiatan itu sebagai satu ekstrakurikuler favorit yang eksclusif karena didukung dengan fasilitas mempuni yang tidak murah.

Drum band, istilah drum band digunakan di Indonesia, yaitu suatu kelompok orkes barisan musik yang lebih banyak memainkan alat pukul sepertisnare drum, bass drum, toms, atau bellyra.

Sedangkan marching band adalah sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama. Penampilan orkes barisan merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya.

Baca: Video 4 Finalis Puteri Indonesia Pakai BIkini Dianggap Terlalu Vulgar, Netizen: Mengerikan!

Secara umum, drum band dan marching band adalah perpaduan musik, baris-berbaris, gerak tari dan irama yang menjadi ekstrakurikuler eksclusif bagi siswa.

Perkembangan marching band di Kota Medan pun meningkat, trend akan adanya kegiatan anak muda yang berkarya di bidang seni ini pun kian diminati.

Ketua Marching Band SMK Dwiwarna di Jalan Gedung Arca, Muhammad Rizki Haikal, menuturkan aktif di kegiatan marching band membuatnya terus menggali bakat dan minatnya terhadap seni baris berbaris, musik dan hal yang tidak kalah penting membuat menjadi seseorang yang lebih disiplin dan menggali bakat dan minatnya terhadap seni, dan budaya Indonesia.

Karakteristik unik dari setiap daerah ini, termasuk didalamnya kebudayaan dan kesenian tradisional, dapat menjadi tema musical yang menarik untuk dipadukan ke dalam musik dalam marching band. Baik musik, gerak tari dan budaya Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi.

"Aktif di ekstrakurikuler ini tentunya juga menambah nasionalisme. Dan prestasi dari hasil kerja keras yang cukup menyita waktu dan fisik menjadi bekal untuk mencapai hal positif lainnya di masa depan," katanya.

Ia pun menuturkan bahwa marching band Dwiwarna Medan sudah beberapa kali menjuarai kompetisi marching band di tingkat Kota Medan.

Vanessa, Tim Drum Band SMA WR Supratman 1 Medan, menambahkan Kegiatan marching band ini juga berfungsi sebagai penyaluran agretivitas dan emosi remaja secara positif. Fungsi Kesenian yakni menjembatani kekurangan pendidikan musik pada pendidikan formal di sekolah, Marching Band juga berkaitan erat dengan seni tari kontemporer dan tradisional. Fungsi Sosial, kontribusi lain adalah bahwa Mmarching band dapat meningkatkan kemampuan sosial dan individual seseorang.

bahwa remaja yang aktif dalam kegiatan marching band dapat meningkatkan kemampuan sosial kemasyarakatan dan berorganisasi, misalnya ia yang awalnya penyendiri kini bahkan bisa menjadi pemimpin dengan menjadi ketua marching band, jelas Vanessa.

(Sil/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved