Breaking News

GANAS! Oknum Polisi Diduga Siksa dan Patahkan Jari Terduga Perampok, Begini Kronologisnya

Ketika ditangkap, Dendi tengah duduk di satu warung yang ada di persimpangan Desa Limau Mungkur, Deliserdang.

GANAS! Oknum Polisi Diduga Siksa dan Patahkan Jari Terduga Perampok, Begini Kronologisnya
Tribun Medan/Array
M Bagus Hendrawan (baju kemeja jeans) saat memberikan keterangan terkait penyiksaan yang dialami oleh adiknya di Sekretariat Bakumsu Jl Setia Budi Pasar II, Kompleks Griya Pertambangan, Medan. Akibat penyiksaan itu, Dendi mengalami patah jari kiri, Senin (28/8/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Oknum polisi yang bertugas di Satuan Reserse Kriminal Polres Deliserdang dituding melakukan penyiksaan terhadap M Dendi Hartono (21). Warga Jl Pancasila, Desa Dagang Krawan, Deliserdang, Sumatera Utara itu disiksa dan tiga jari kirinya dipatahkan saat ditangkap karena diduga terlibat aksi perampokan pada 12 Agustus 2017 lalu.

Dari penuturan M Bagus Hendrawan (29), kakak kandung korban, adiknya ditangkap pada 16 Agustus 2017. Ketika ditangkap, Dendi tengah duduk di satu warung yang ada di persimpangan Desa Limau Mungkur, Deliserdang.

Baca: Milisi Rohingya Serang 30 Pos Polisi Myanmar, 100 Orang Tewas. Ini Seruan Paus Fransiskus.

Baca: Viral, 3.500 Kg Wortel asal China Berbahaya Sebabkan Anak Jadi Bodoh, Digerebek Polisi

"Adik saya awalnya dipanggil oleh oknum polisi saat duduk di warung Limau Mungkur. Ketika adik saya mendatangi yang memanggil itu, dia langsung diborgol," kata Bagus di Sekretariat Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara (Bakumsu) Jl Setia Budi Pasar II, Ruko Griya Pertambangan, Medan, Senin (28/8/2018).

Setelah ditangkap, Dendi tak langsung dibawa ke Polres Deliserdang. Ia dibawa ke kawasan Sungai Ular, dianiaya hingga babak belur, dan dipaksa mengaku telah melakukan aksi perampokan.

"Saya tahu adik saya itu dianiaya setelah saya bertemu dengan dia di tahanan. Pada 18 Agustus, saya jenguk dia dan melihat jarinya membengkak karena patah," ungkap Bagus.

Karena tak terima dengan perlakuan polisi, keluarga Dendi kemudian meminta bantuan
pada tim penasehat hukum untuk melakukan pendampingan.

Sayangnya, ketika tim penasehat hukum hendak menemui Dendi, petugas Polres Deliserdang melarang penasehat hukum menemui kliennya.

Halaman
1234
Penulis: ArgusA
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help