TribunMedan/

Aniaya Warga Agar Akui Kasus Perampokan, Kapolres dan Kasat Diprapidkan

Gugatan prapid ini dilayangkan terkait penyiksaan terhadap M Dendi Hartono (21) warga Jl Pancasila, Desa Dagang Krawan, Deliserdang, Sumatera Utara ya

Aniaya Warga Agar Akui Kasus Perampokan, Kapolres dan Kasat Diprapidkan
Tribun Medan/Array
Tim SIKAP mengajukan gugatan praperadilan ke PN Lubukpakam terhadap Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Deliserdang terkait kasus penyiksaan Dendi, pria yang dipaksa mengakui telah melakukan aksi perampokan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sejumlah lembaga nonpemerintah yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Anti Penyiksaan (SIKAP) akhirnya melayangkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam terhadap Kapolres Deliserdang dan Kasat Reskrimnya.

Gugatan prapid ini dilayangkan terkait penyiksaan terhadap M Dendi Hartono (21) warga Jl Pancasila, Desa Dagang Krawan, Deliserdang, Sumatera Utara yang dipaksa mengaku telah melakukan aksi perampokan.

"Upaya prapid ini tidak hanya sebatas mengkoreksi sah atau tidaknya penangkapan dan penahanan terhadap Dendi. Tapi juga, prapid ini bertujuan untuk merehabilitasi korban," kata Suwardi, pengurus Ikatan Keluarga Orang Hilang (IKOHI) Sumut dalam siaran persnya, Jumat (1/9/2017).

Baca: Dendi Dianiaya Oknum Polisi dan Tidak Boleh Ditemui Pengacara, Kapolda Diminta Turun Tangan

Baca: GANAS! Oknum Polisi Diduga Siksa dan Patahkan Jari Terduga Perampok, Begini Kronologisnya

Suwardi mengatakan, gugatan prapid ini telah dilayangkan pada Kamis (31/8/2017) kemarin oleh Quadi Azam, selaku perwakilan SIKAP. Adapun nomor register perkaranya yakni 09/pidana.pra/2017/PN.LBP.

"Upaya prapid ini juga kami harapkan bisa membuktikan adanya kesalahan dalam mempraktikkan hukum acara pidana yang dilakukan penyidik saat menangkap Dendi. Mudah-mudahan, kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak kedepan khususnya polisi," kata Suwardi.

Hal senada juga disampaikan Irfan Fadillah Mawi. Tim Hukum SIKAP ini mengatakan, untuk melakukan penangkapan polisi harusnya memiliki alat bukti dan saksi-saksi sebagaimana yang tertuang dalam 184 KUHAP.

Jika polisi tidak memiliki alat bukti, tidak pantas rasanya melakukan penangkapan terhadap Dendi. Apalagi sampai menyiksa Dendi hingga membuat tiga jari kirinya patah dan wajahnya lebam-lebam.

Halaman
1234
Penulis: Array A Argus
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help