TribunMedan/

Brilian Moktar: Lima Tahun Lagi Tersangka Kasus Narkoba Langsung Saja Dihukum Mati

Komisi A DPRD Sumut kunjungan kerja ke Lapas IIA Pematangsiantar, di Jalan Asahan, Kabupaten Simalungun.

Brilian Moktar: Lima Tahun Lagi Tersangka Kasus Narkoba Langsung Saja Dihukum Mati
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Anggota Komisi A DPRD Sumut Brilian Moktar ditemui usai kunker ke Lapas Siantar 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Peredaran narkotika di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun menjadi perhatian anggota Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Utara, Brilian Moktar.

Komisi A DPRD Sumut kunjungan kerja ke Lapas IIA Pematangsiantar, di Jalan Asahan, Kabupaten Simalungun.

Usai kunker, disebut Brilian Moktar, dampak narkotika di Siantar dan sekitar tergolong tinggi. Dari 1.600 lebih WBP, ada 934 napi kasus narkotika.

Baca: 937 Paket Ganja Ditemukan di Kamar Flower 6 Lapas Narkotika Ini

"Bagaimana Lapas bisa dipusatkan rehabilitasi. Apalagi saat ini lapas punya image jelek soal narkotiba, dari 1.600 lebih, ada 934 kasus narkotika. Ini menunjukkan dampak buruk narkotika Siantar dan sekitar sangat bahaya," kata Brilian Moktar, Rabu (6/9/2017)

"Kenapa orang bisa banyak pakai berarti banyak jual. Dan jangan biarkan rehab terus di Indonesia. Kasih waktu 5 tahun ke depan, pemerintah harus tegas, jangan rehab langsung, langsung saja hukuman mati," tambahnya.

Baca: Kalapas Narkotika Tangkap Anak Buahnya Bawa Sabu

"Maka dari itu tugas polisi dan BNN bisa selesaikan masalah itu, jangan polisi dan BNN malah gontok-gontokan. Mereka jangan menganggap ada yang lebih bersih," tukasnya.

Pihak DPRD Sumut ke depan sedang memikirkan bagaimana permasalahan rehabilitasi kasus narkotika. Dari kunker ke beberapa Lapas yang dikunjungi yang paling parah Lapas Tanjunggusta dan Lapas Tanjungbalai.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help