TribunMedan/

Komisi A Prihatin Kondisi Over Kapasitas di Lapas, Ini Tindakan ke Depan

"Kunjungan Kerja DPRD Sumatera Utara, khususnya Komisi A melihat kondisi Lapas IIA Pematangsiantar. Tugas komisi melakukan tugas tugas menyikapi.."

Komisi A Prihatin Kondisi Over Kapasitas di Lapas, Ini Tindakan ke Depan
Tribun Medan / Dedy
Ketua Komisi A FL Fernando didampingi Anggota Dewan Brilian Moktar kunker ke Lapas Klas IIA Pematangsiantar, Rabu (6/9/2017). (Tribun Medan / Dedy) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara (DPRD Sumut), Komisi A melakukan kunjungan kerja ke Lapas IIA Pematangsiantar, Jalan Asahan Km 6,7 Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Rabu (6/9/2017)

Ketua Komisi A DPRD Sumut, F. L Fernando Simanjuntak dan anggota Komisi A, Brilian Moktar, Sarma Hutajulu, Hanafi Harahap, Darwin Marpaung, Astra Yuda Bangun, Ramses Simbolon, Ronny Situmorang datang bersama kepala BNN Kota Pematangsiantar, Saudara Sinuhaji.

F. L Fernando dan rombongan mendatangi sejumlah ruangan untuk melihat kondisi kamar napi di Lapas, bagaimana fasilitas Lapas (termasun kesehatan, kebersihan, program pembinaan). Anggota dewan juga melihat langsung bagaimana over kapasitas ruangan dan penghuni.

Baca: Wih, Gratis Fitnes Sebulan bagi Member TFC

"Kunjungan Kerja DPRD Sumatera Utara, khususnya Komisi A melihat kondisi Lapas IIA Pematangsiantar. Tugas komisi melakukan tugas tugas menyikapi informasi di masyarakat dimana Lapas secara keseluruhan bahwa banyak bertentangan dengan perwdaran narkoba dan over kapasitas. Dan di Siantar ternyata memang over kapasitas," kata F. L Fernando diamini Brilian Moktar.

"Tujuan kita kesini harus memanusiakan WBP. Sehingga Pemkab dan pemko untuk menempatkan dokter dan perawat di Lapas untuk memonitor kesehatan setiap WBP penghuni Lapas klas IIA pematangsiantar," imbuhnya.

Disampaikan juga, bahwa hasil kunker ini nantinya akan disampaikan ke pemerintahbpusat dan pemerintah provinsi.

Komisi A berjanji akan memperjuangkan adanya perhatian pemerintah dari tingkat teratas dan instansi terkait untuk adanya dana pembangunan untuk Lapas ke depannya.

"Kita akan sampaikan ke pemerintah pusat melalui Komisi A termasuk pemerintah provinsi supaya memikirkan ini. Yang kita lalukan supaya dibangun ruangan disini, dari 531 kapasitas penghuninya 1600. Tidur pun sudah sesak mereka. Yang penti g bagaimana Lapas bisa membina sebagaimana," jelas F. L Fernando.

Anggota Komisi A DPRD Sumut, Brilian Moktar menambahkan, ke depan pihaknya akan memperhatikan secara khusus dana dan pelayanan kesehatan untuk WBP.

Kalapas Klas IIA Pematangsiantar, Mananti Sukardi Sianturi, mengatakan lapas saat ini memiliki kapasitas yang bersih dan aman dan sejumlah program pembinaan memberdayakan napi bisa berkarya lewat program ketrampilan. Kalapas juga mengakui kendala kekurangan personil serta kekurangan tempat atau over kapasitas.

"Pemerintah diminta untuk memikirkan dan memberikan bantuan pembangunan gedung . Kalau fisik pemerintah Kabupaten Simalungun bertanggung jawab moral. Sehingga Pemkab dan Pemko untuk menghibahkan pembangunan fisik kepada Lapas Klas IIA Pematangsiantar," ujarnya.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help