TribunMedan/

BBPOM Sita 1,5 Ton Mi Berformalin yang Diedarkan ke Kawasan Danau Toba

Balai Besar Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BBPOM) kembali menyita sekitar 1,5 ton mi berformalin dari tiga titik di wilayah Siantar-Simalungun.

BBPOM Sita 1,5 Ton Mi Berformalin yang Diedarkan ke Kawasan Danau Toba
Tribun Medan / Dedy
BPOM Medan gelar temu pers penemuan 1,2 ton mi berformalin asal Siantar di Jalan Melanthon Siregar Siantar Martoba, Rabu (3/8/2017). (Tribun Medan / Dedy) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Balai Besar Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BBPOM) kembali menyita sekitar 1,5 ton mi berformalin dari tiga titik di wilayah Siantar-Simalungun, Kamis (7/9).

Tiga lokasi penemuan mi adalah Jalan Mangga Kelurahan Parhorasan Nauli Kecamatan Siantar Marihatsekitar 200-300 kilogram, di Simpang Kerang Sekitar SMP Negeri 9 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar sekitar 900 kilogram dan sisanya dari Blimbingan Kabupaten Simalungun.

Sebelumnya, pada awal Agustus 2017 lalu, BBPOM juga telah menyita 1,2 ton mi berformalin.

Kepala BBPOM Medan, Julios Sacramento Tarigan menyatakan barang bukti 1,5 ton mi berformalin itu disita beserta cairan formalin sebanyak 10 liter, boraks 5 kilogram dan alat produksi dalam bentuk mesin press, mesin cetak dan mesin pemotong mi sebanyak enam unit.

Mesin disita lantaran produsen mi membandel setelah melihat pengungkapan sebelum-sebelumnya. 

Tiga orang yang diduga melakukan produksi mi formalin telah diamankan dengan inisial FR, SM dan YD. Mesin produksi mi yang disita bersumber dari pabrik di seputaran SMP Negeri 9 Pematangsiantar.

Baca: Ditanya Perbandingan Harga Mi Formalin, Kombes Haydar: Kamu Kira Saya Penjual Bakso

Baca: Pelaku Usaha Mi Formalin Terancam Penjara 5 Tahun dan Denda Rp 10 Miliar

Mi yang berformalin ini kemudian disita dan dimasukkan dalam belasan karung goni putih. Tampak juga disita mesin pembuat mi ini, timbangan dan cairan formalin serta boraks.

Julios Sacramento Tarigan menyatakan, mereka komitmen dalam pemberantasan produk makanan yang ditambah dengan barang berbahaya, dijual dan diedarkan kepada masyarakat.

Halaman
12
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help