TribunMedan/
Home »

Cetak

Baca Edisi Cetak Tribun Medan

AKBP Robert Da Costa Dipromosikan, Paling Ingat Persoalan Rumah Makan BPK

Kapolres Deliserdang, AKBP Robert Da Costa mendapat promosi jabatan sebagai

AKBP Robert Da Costa Dipromosikan, Paling Ingat Persoalan Rumah Makan BPK
Tribun Medan/Indra Gunawan
Kapolres Deliserdang AKBP Robert Da Costa (tengah) dan Kasat Narkoba Polres Deliserdang AKP Zulkarnain menunjukkan barang bukti hasil pengungkapan kasus percobaan penyeludupan sabu sabu di bandara Kualanamu Senin, (28/11/2016). 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM-Kapolres Deliserdang, AKBP Robert Da Costa mendapat promosi jabatan baru. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor:: ST/2162/IX/2017 yang dikeluarkan tanggal 9 September 2017 ia diangkat sebagai Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara.

Ia menggantikan posisi AKBP Yossy Runtukahu yang mendapat promosi sebagai Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Sumsel.

Sementara itu posisi Robert di Deliserdang digantikan oleh AKBP Eddy Suryantha Tarigan yang sebelumnya merupakan Kapolres Kepulauan Selayar, Polda Sulawesi Selatan.

Berdasarkan catatan Tribun, Robert Da Costa menjabat di Kabupaten Deliserdang sudah 16 bulan. Pelantikan dirinya dilakukan pada bulan Mei 2016 lalu.

Selama ini hubungan Robert Da Costa dengan wartawan pun dikenal cukup dekat dan harmonis karena mudah untuk meminta konfirmasi.

Selama kepemimpinannya wartawan Unit Polres Deliserdang pun mempunyai grub aplikasi Whats App. Selain sering bercanda ketika bertemu langsung, Robert pun sering bercanda dengan wartawan di grup Whats App.

Robert mengaku banyak hal yang tidak dapat ia lupakan ketika menjabat di Deliserdang.

" Ya saat bertugas di Deliserdang inilah istri saya juga melahirkan anak kembar. Namanya Aldrich Alvaro Da Costa dan Axelle Alvaro Da Costa, Anak kedua dan ketiga saya."

"Yang jelas terimakasihlah saya ucapkan kepada semua stake holder atas hubungan dan kerjasamanya yang baik ketika saya menjabat di sini termasuk sama wartawan. Nanti di Polda saya tugas di Satuan Narkoba. Selama ini saya belum pernah di narkoba tapi kalau menangani kasus narkoba ya sudah seringlah," kata Robert ketika berbincang dengan Tribun, Minggu, (10/9).

Dari sekian banyak kasus yang ditangani, Robert mengaku persoalan rumah makan BPK (Babi Panggung Karo) juga menjadi hal yang paling ia ingat. Hal ini lantaran kehadirannya sempat menjadi perhatian banyak orang termasuk di media sosial.

"Saat konflik BPK ini, terlihat adanya kerjasama yang baik, akhirnya ada toleransi, termasuk dari tokoh agama dan masyarakat. Ada satu lagi juga yang gak bisa saya lupakan karena di sini juga saya alami cedera kaki sampai satu bulan. Ya karena main futsal waktu itulah. Sekarang sih sudah sembuh," kata Robert. (dra)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help