TribunMedan/

Anggota Polres Siantar Diciduk Polres Simalungun, Kapolres AKBP Doddy Ungkap Tabiat Anak Buahnya

Kapolres Siantar, AKBP Doddy Hermawan seolah tak terkejut anggotanya, Bripka Samsul Bahri diciduk Satresnarkoba Polres Simalungun.

Anggota Polres Siantar Diciduk Polres Simalungun, Kapolres AKBP Doddy Ungkap Tabiat Anak Buahnya
tribun medan/dedy
Kapolres Pematangsiamtar selepas mengikuti sidang paripurba di DPRD diwawancarai terkait keterlibatan anggota dengan narkotika. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Kapolres Siantar, AKBP Doddy Hermawan seolah tak terkejut anggotanya, Bripka Samsul Bahri diciduk Satresnarkoba Polres Simalungun.

Doddy bahkan membeberkan terkait tindak tanduk anggotanya itu diwawancarai usai rapat paripurna pemilihan Wakil Wali Kota Pematangsiantar di Kompleks DPRDb Jalan Adam Malik, Senin (11/9/2017).

"Terkait bersangkutan (Bripka Samsul Bahri) yang sudah pernah dilakukan penindakan, sudah pernah kenak disiplin, sudah pernah direhabilitas dan yang bersangkutan masih begitu," ujar Kapolres Siantar.

Adanya kasus terbaru ini, proses hukum Samsul Bahri yang bertugas di Teknologi dan Informasi (Tipol) masih menunggu hasil keputusan dari pihak Polres Simalungun.

"Kita menunggu proses dari Polres Simalungun. Dan nanti setelah diserahkan ke kita (Polres Siantar) akan proses sesuai aturan Polri yang berlaku. Kalau mangarah ke disiplin akan kita tindak disiplin, dan kalau sidangnya menuju ke Komisi Kode Etik Propesi (KKPI) akan kita tuntut sampai ke Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH)," ungkapnya.

Bripka Samsul Bahri diciduk bersama diduga abang kandungnya, Syarifuddin. Dua bersaudara ini diciduk Satresnarkoba Polres Simalungun dipimpin langsung Kapolres AKBP Marudut Liberty Panjaitan.

Kasat Narkoba, AKP Manaek Ritonga membeberkan bahwa keduanya diciduk dari kediaman mereka di Perumahan Graha Harmoni. Saat digeledah ditemukan narkotika diduga jenis sabu, ganja dan pil ekstasi dari beberapa tempat di rumah Samsul Bahri.

"Total barang bukti yang saat ini hitungan kita sabunya ada sekitar 5 gram, serbuk mengandung ampitamin sekira 4 gram, ekstasi ada dua butir masih utuh, diduga ekstasi lainnya sudah hancur," beber Kasat Narkoba, Senin (11/9/2017).

Semua barang bukti disita di beberapa tempat, di antaranya tepatnya di dalam kamar lantai dua ditemukan lima bungkus plastik klip sedang yang berisikan diduga narkotika jenis sabu, satu bungkus plastik klip besar yang di dalamnya berisi plastik klip kosong, satu bungkus plastik klip besar berisi cotten but, satu bungkus plastik klip besar yang di dalamnya berisi diduga daun/tanaman kering jenis ganja, dua mancis, satu kaca pirex, satu kompeng, dua pipet, satu sendok terbuat dari pipet, satu gunting, satu selang kecil, dua bungkus kosong kotak rokok merk Sampoerna.

Barang bukti ditemukan di dalam tas/dompet merk Fossil, petugas juga menyita satu bungkus plastik klip sedang diduga berisi narkotika jenis ekstasi, dua plastik klip kosong satu kaca pirex, satu sumbu/kompor, satu sendok terbuat dari pipet, satu atm mandiri, satu atm BNI, satu sim C atas nama Syamsul Bahri dan satu NPWP atas nama Syamsul Bahri.

Barang bukti lainnya, ditemukan dari bawah meja makan dan ruang tamu satu buku kecil diduga buku bon, utang dan setoran narkoba, satu mancis satu unit hp merk Blackberry, satu unit hp merk Nokia.

"Keduanya sudah kita amankan ke Mako Polres Simalungun. Hasil tes urinenya positif," pungkas Kasat Narkoba. (Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help