TribunMedan/
Home »

Video

Video

NEWSVIDEO: Kasat Lantas Sudah Tetapkan Tersangka Kecelakaan Maut di Simpang Sun Plaza

"Pengemudi Avanza atas nama Enrico Benedict Gunawan telah kita tetapkan jadi tersangka. Namun saat ini belum bisa kita mintai keterangan karena.."

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kecelakaan maut antara mobil Toyota Avanza dan mobil Honda Accord yang terjadi di persimpangan Jalan KH Zainul Arifin menuju Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Sumatera Utara pada Minggu (10/9/2017) sekitar pukul 05.30 WIB mengakibatkan dua orang yang berada di dalam mobil Honda Accord tewas.

Korban meninggal adalah anggota kepolisian yang bertugas di Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut bernama Briptu Dedi Frengki Purba dan temannya Norton Girsang (36).

Satu penumpang Honda Accord lainnya, Pandapotan Sianturi kritis dan dirawat di rumah sakit.

Sementara penumpang yang berada di dalam mobil Toyota Avanza Enrico Benedict Gunawan (19) dan Fernando Wijaya (18) juga mengalami luka yang serius dan dirawat di Rumah Sakit Siloam.

Baca: Krisdayanti Bocorkan Makna Soundtrack Film Ayat-Ayat Cinta 2

Dua hari pascakejadian tabrakan maut tersebut, ditemui di Pos Unit Turjawali Satlantas Polrestabes Medan, Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Indra Warman saat mengatakan sejauh ini pihak kita sudah bisa menetapkan tersangka.

"Pengemudi Avanza atas nama Enrico Benedict Gunawan telah kita tetapkan jadi tersangka. Namun saat ini belum bisa kita mintai keterangan karena masih dirawat di Rumah Sakit Siloam," kata Indra, Selasa (12/9/2017).

Terkait ada indikasi atau tidaknya tersangka dibawah pengaruh barang haram saat mengendarai mobil. Indra mengatakan sudah melakukan tes urine, namun hasilnya negatif.

"Tapi darah masih sedang kita periksa ke Puslabfor Polda Sumut. Kita tunggu saja hasilnya bisa jadi malam ini atau besok mungkin sudah keluar hasilnya," ucap Indra.

Sementara kondisi terkini dari pengemudi dalam mobil Honda Accord yang bersama anggota Polri, masih dalam keadaan kritis.

Namun yang didalam mobil Avanza keadaannya sudah membaik, sudah sadar namun belum bisa berbicara karena didaerah mulut masih terdapat luka.

"Yang bersangkutan melanggar pasal 310 ayat 4 dimana yang bersangkutan menyebabkan anggota Polri meninggal dunia, dan akan dikenakan hukuman maksimal 6 tahun penjara atau denda sebesar Rp 12 juta rupiah," Pungkas Indra.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help