TribunMedan/

Penyumbang DHE Terbesar, Tingkat Kepatuhan Eksportir Hingga 99 Persen

"Sekarang tinggal bagaimana uangnya dimasukkan ke bank dalam negeri, sehingga sampai saat ini kita tetap harus selalu lakukan sosialisasi agar..."

Penyumbang DHE Terbesar, Tingkat Kepatuhan Eksportir Hingga 99 Persen
Tribun Medan / Ryan
Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumut, Arief Budi Santoso 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sumatera Utara, termasuk menjadi provinsi yang memiliki tingkat kepatuhan eksportir terbesar.

Hal itu dilihat dari Devisa Hasil Ekspor (DHE). Para ekportir Sumut merupakan penyumbang DHE yang besar, dan tetap melakukan laporan rutin pada Bank Indonesia.

Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumut, Arief Budi Santoso mengatakan, bahwa tingkat kepatuhan eksportir Sumut sekitar 98 hingga 99 persen.

Sebab, para eksportir melaporkan jumlah nilai ekspornya kepada Bank Indonesia.

Baca: Gala Desa Kota Ini Resmi Dibuka, 500an Atlet Desa Cabor Ini Berkumpul di USI

"Sekarang tinggal bagaimana uangnya dimasukkan ke bank dalam negeri, sehingga sampai saat ini kita tetap harus selalu lakukan sosialisasi agar tingkat kepatuhan dapat dijaga tetap tinggi,"katanya, Selasa (12/9/2017).

Dikatakannya, bahwa hingga saat ini Sumut adalah penyumbang DHE terbesar, dan ini yang harus dijaga.

Konsen dari pelaku usaha sebagai kesadaran untuk membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

"Ada perusahan yang tidak melaporkan DHE , maka sanksi dari BI tidak akan diberi fasilitas ekspor impornya, begitu juga dengan kegiatan ekspornya akan ditangguhkan,"ujarnya.

Ditambahkannya, selain ekspor impor, nilai tukar sangat penting untuk kegiatan ini. Sehingga BI selalu memberikan kegiatan kegiatan kepada para pengusaha agar tetap menjaga nilai tukar mata uang.

"Jadi bagi pengusaha kita, yang melakukan jual beli kepada pengusaha luar negeri, harus menjaga nilai tukar yaitu harus menggunakan mata uang rupiah,"ujarnya.

Ia berharap, dengan seringnya pengusaha menggunakan nilai tukar dengan mata uang rupiah, maka kestabilan perekonomian tetap stabil.

(raj/tribun-medan.com)

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help