TribunMedan/

Ancaman Orangtua Siswa 'Siluman' Apabila Anaknya Tak Kunjung Diterima

"Kalau seandainya anak kami tidak boleh sekolah di sini, maka anak lain pun jangan sekolah di sini," kata dosen Unimed ini.

Ancaman Orangtua Siswa 'Siluman' Apabila Anaknya Tak Kunjung Diterima
Tribun Medan / Nanda
Eddianto (kiri) dan Fitrah, dua di antara sejumlah orangtua siswa kelas ilegal di SMA Negeri 2 Medan saat menggelar temu pers di kawasan SMA Negeri 2 Medan, Rabu (13/9/2017). (Tribun Medan / Nanda) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Orangtua peserta didik ilegal di SMA Negeri 2 Medan Dr Eddianto mengatakan bakal tetap bersikeras agar anaknya diterima di sekolah tersebut.

Bahkan, dia bilang akan menghadap ke Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi hingga Presiden Joko Widodo agar anaknya bisa masuk ke SMA Negeri 2 Medan.

"Sampai mana pun akan kami perjuangkan. Bila perlu kita akan menghadap Gubernur, kita akan menghadap Presiden dan ini akan kita PTUN-kan," kata Eddi di sekitar kawasan SMA Negeri 2 Medan, Rabu (13/9/2017).

Baca: Ok Arya ke Jakarta dengan Batik Air Malam Ini

Untuk memperjuangkan para peserta didik ilegal itu agar tetap diterima masuk SMA Negeri 2 Medan, Eddi menyebut pihaknya membentuk Konsorsium Orang Tua Siswa Tambahan SMA Negeri 2 Medan (Kontras).

Eddi membantah anaknya merupakan peserta didik ilegal. Ia bersikeras anaknya resmi meski masuk ke SMA Negeri 2 Medan tanpa melalui jalur PPDB Online. Alasan dia, keluarganya berdomisili tak jauh dari lokasi sekolah.

Bahkan, ia menyebut peserta didik lain juga tidak boleh bersekolah di SMA Negeri 2 Medan bila anaknya tidak diizinkan.

"Kalau seandainya anak kami tidak boleh sekolah di sini, maka anak lain pun jangan sekolah di sini," kata dosen Unimed ini.

Sebanyak 180 peserta didik ilegal ditemukan Ombudsman RI Perwakilan Sumut di SMA Negeri 2 Medan.

Mereka disebut ilegal karena masuk ke sekolah itu tanpa melalui jalur resmi, yakni PPDB Online.

Setelah ditetapkan sebagai peserta didik ilegal, Dinas Pendidikan Sumut memutuskan akan memindah para peserta didik ilegal itu ke sekolah swasta. Namun, sejumlah orang tua peserta didik menolak kebijakan tersebut.

(nan/tribun-medan.com)

Penulis: Nanda Fahriza Batubara
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help