TribunMedan/
Home »

Sumut

OTT Bupati Batubara

Diduga Inilah Enam Orang yang Turut Diamakan Bersama OK Arya

"Atas nama OK Arya ada akan berangkat ke Jakarta bersama dengan enam orang lainnya malam ini bang. Pesawat pukul 21.40 WIB,"

Diduga Inilah Enam Orang yang Turut Diamakan Bersama OK Arya
Tribun Medan / Azis
Bupati Batubara OK Arya (kemeja putih) dikawal ketat oleh KPK usai keluar dari Gedung Ditreskrimsus Polda Sumut, Rabu (13/9/2017). (Tribun Medan / Azis) 

OK Arya Zulkarnaen memiliki nama lengkap Haji Orang Kaya Arya Zulkarnaen. Ia lahir di Surakarta/Solo, Jawa Tengah, 24 Maret 1956.

OK Arya bupati Batubara yang menjabat pada periode 2008-2013 dan terpilih lagi untuk periode 2013-2018.

Ia Ketua DPD Golkar Batubara, namun maju dan terpilih dua kali sebagai bupati melalui jalur independen. Ia terpilih tahun 2008 - 2013 dan 2013 - 2018.

Saat Pilkada 2013, ia mengundurkan diri dari jabatan Golkar dengan alasan hendak konsisten kepada konstituen yang memilihnya tahun 2008 melalui jalur nonparpol alias perseorangan.

OK Arya bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum setempat ditangkap saat menerima suap dari pengusaha di bidang kontruksi. Ia sempat tampak seperti linglung saat akan masuk mobil penyidik.

Pihak KPK membenarkan penangkapan Bupati OK Arya. Namun belum diperoleh penjelasan mendetail terkait penangkapan ini. Informasi yang diperoleh Harian Tribun Medan/Tribun- Medan.com, kasus ini diduga terkait suap-menyuap antara perusahaan swasta di bidang kontruksi terhadap Pemerintah Kabupaten Batubara.

Penyidik KPK menangkap OK Arya bersama enam orang lainnya. Mereka berjumlah tujuh orang, yakni Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, Sujendi (sopir bupati), Maringan Situmorang (Direktur satu PT bidang kontruksi selaku rekanan yang diduga pemberi suap).

Kemudian, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Batubara Helman Herdadi, Saiful (pengusaha, rekanan), beserta Hairil dan Adam Sopian. Dua nama terakhir belum diketahui latar belakangnya.

Penyidik KPK membawa OK Arya dan kawan-kawan menumpang pesawat terbang Batik Air nomor penerbangan ID 6893 pada pukul 21.40 WIB, bertolak ke Jakarta.

Pihak keluarga mengakui penangkapan KPK atas bupati, dan beberapa pejabat terkait dugaan pemberian uang suap urusan proyek konstruksi.

"Dugaaannya soal dana anggran tahun 2017," kata OK Iskandar Krisna, adik bupati Batubara, kepada Harian Tribun Medan/www.tribun-medan.com.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membenarkan tim penyidik KPK menangkap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen.

Halaman
1234
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help