TribunMedan/

Halimah Yacob Wanita Pertama Jadi Presiden Singapura, Netizen Persoalkan Ini

Halimah Yacob yang akan menjadi presiden Melayu pertama Singapura dalam 47 tahun menimbulkan silang pendapat.

Halimah Yacob Wanita Pertama Jadi Presiden Singapura, Netizen Persoalkan Ini
EPA
Halimah Yacob akan menjadi presiden perempuan pertama Singapura. 

Halimah -yang juga akan menjadi presiden perempuan pertama Singapura- akan dilantik pada Rabu (13/09) setelah calon-calon lain tak memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Melalui media sosial, warga Singapura mengungkapkan kemarahan terkait ditetapkannya Halimah sebagai presiden dengan menggunakan tagar bukan presiden saya, #NotMyPresident, tagar yang juga digunakan setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat tahun lalu.

Singapura menetapkan sistem kepresidenan untuk meningkatkan inklusif multibudaya dalam hierarki kepemerintahan dengan menetapkan calon dari komunitas Melayu saja yang boleh mencalonkan diri tahun ini. Dari tiga calon Melayu, hanya Halimah yang layak, menurut badan pemilihan umum.

Warga Melayu terakhir yang memegang jabatan presiden adalah Yusof Ishak, yang gambarnya tercantum di uang kertas Singapura.

Yusof menjadi presiden dari 1965-1970, tahun-tahun pertama kemerdekaan Singapura namun kekuatan eksekutif tetap berada di tangan Lee Kuang Yew, perdana menteri pertama negara itu.

Tak lama setelah Halimah ditetapkan oleh komite pemilihan Singapura sebagai calon satu-satunya presiden Singapura Senin (11/09), tagar #NotMyPresiden langsung populer dengan banyak warga yang mengungkapkan kekesalannya.

'Suara saya dirampok'

halimah yacobHalimah di kantor pemilihan presiden Singapura yang menetapkannya sebagai calon satu-satunya yang layak Senin (11/09)/REUTERS.

"Saya warga Singapura. Saya perempuan. Saya Melayu. Namun suara saya bukan untuk pengangkatannya," tulis Nadia Nasser melalui Facebook.

"Demokrasi di atas ras, bila ia terlibat pemilihan presiden dengan cara yang lebih adil, ia pasti menang dengan suara saya bersama yang lainnya dalam komunitas Muslim. Namun bukan itu yang terjadi. Jadi dia bukan presiden saya, dia hanya pemimpin yang diajukan negara," tambahnya.

Pengguna lain, Xue Ming, menulis, "Dengan kondisi politik sekarang, penunjukkannya memiliki peranan besar terutama dengan ancaman teroris Islamis dan fakta bahwa Singapura dikelilingi negara-negara Muslim seperti Indonesia dan Malaysia."

"Hari gelap bagi Singapura," tulis pengguna lain David Kam.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help