TribunMedan/

Tragedi Kemanusiaan Rohingya

Jurnalis BBC Temukan Fakta Mengejutkan di Balik Pembakaran Permukiman Rohingya

Seorang pria mulai menceritakan bagaimana tentara menembaki desanya, dan dia segera dikoreksi oleh tetangga.

Jurnalis BBC Temukan Fakta Mengejutkan di Balik Pembakaran Permukiman Rohingya
BBC Indonesia
Desa Gaw Du Thar Ya di Myanmar yang terbakar menjadi abu dan arang 

Daerah-daerah ini sulit dijangkau. Jalannya buruk, dan siapa pun yang mau ke sana harus meminta izin khusus, yang jarang diperoleh wartawan.

Jadi, kami langsung mengambil kesempatan untuk bergabung dalam perjalanan kunjungan yang diselenggarakan oleh pemerintah ke Maungdaw, yang dijatah untuk 18 wartawan lokal dan asing.

Perjalanan ini akan berarti jika kita bisa melihat tempat dan menemui orang-orang di lapangan. Tapi terkadang, meski di bawah pembatasan, kita tetap bisa mendapatkan wawasan berharga.

Betapa pun, pemerintah memiliki pandangan yang perlu didengar juga.

Sekarang mereka menghadapi pemberontakan bersenjata, meskipun banyak yang beranggapan, hal itu disebabkan perbuatan mereka sendiri. Konflik komunal di negara bagian Rakhine memiliki sejarah yang panjang, dan akan sulit dihadapi pemerintah mana pun.

Setibanya di Sittwe, ibu kota negara bagian Rakhine, kami diberi instruksi. Tidak ada yang boleh meninggalkan kelompok atau mencoba bekerja secara mandiri.

Jam malam diberlakukan pada pukul 6 sore, jadi tidak boleh berkeliaran setelah gelap. Kami boleh meminta untuk pergi ke tempat-tempat yang menarik perhatian kami; dalam praktiknya permintaan semacam itu ditolak dengan alasan keamanan.

Sejujurnya, saya yakin mereka benar-benar memperhatikan keselamatan kami.

An older Muslim man with a white beard and glasses under his cap sits at the market in Maungdaw, holding a walking cane by his sideSeorang pria Muslim duduk di pasar di Maungdaw, tempat di mana jurnalis hanya diizinkan datang di bawah pengawasan pemerintah.

Sebagian besar perjalanan di wilayah dataran rendah Myanmar ini dilakukan melalui labirin kali dan sungai di atas perahu-perahu yang penuh sesak. Perjalanan dari Sittwe ke Buthidaung memakan waktu enam jam.

Dari sana kami menempuh perjalanan selama satu jam di jalur yang sulit menuju Bukit Mayu ke Maungdaw. Saat kami menuju ke kota itu, kami melewati desa terbakar pertama yang kami lihat, Myo Thu Gyi. Di sana bahkan pohon-pohon palem pun ikut hangus.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help