TribunMedan/

Kisah 3 Orang yang Memutuskan Bunuh Diri karena Gagal Jadi PNS

Ada yang bersuka cita setelah pengumuman akhir hasil seleksi, namun bakal ada pula yang berduka cita.

Kisah 3 Orang yang Memutuskan Bunuh Diri karena Gagal Jadi PNS
TribunKaltim
Ilustrasi CPNS. (TribunKaltim) 

"Dia bilang, mo ambe pisang sisa da potong kemarin (dua hari lalu). Nda sangka jadi begini," katanya.

Felix mengenang, dua hari lalu mereka sekeluarga berkunjung ke Tomohon.

Kendati terlihat biasa, kata Felix, tetapi korban ternyata sudah menyimpan rencana.

"Pa dia ada Rp 6.000, sisa uang bayar bakso. Itu uang saya kira dipakai beli tali di warung," tuturnya.

Tubuh korban baru ditemukan sekitar pukul 15.30 Wita.

Felix menemukan tubuh korban di antara daun rindang yang menutup pohon pala. Lolongan anjing peliharaan korban bernama Zuko menjadi petunjuk Felix untuk menemukan tubuh korban.

"Kita ketuk tempat fufu (gubuk), tidak jawab. Lalu kita dengar anjing bagonggong seperti menangis. Kita lihat anjing ketakutan terus lari," ujarnya.

Ia lantas melihat tubuh anaknya tergantung.

Untuk urusan percintaan, Meity merasa tak ada masalah.

Sebab, korban sudah lama putus dengan pacarnya. Meity, ibu korban, mengatakan, anaknya punya banyak pacar.

Namun belum sempat punya menantu, Meity pun harus kehilangan anaknya.

"Dia so lama putus. Dia banyak punya pacar," katanya.

Kepala Seksi Humas Polsek Pineleng Aiptu Justinus Liroga membenarkan peristiwa tewasnya seorang warga Pineleng.

Kendati polisi berupaya menyelidiki lebih lanjut soal kasus ini, tetapi keluarga korban tidak menginginkan tubuh korban diotopsi.

2. Pegawai honorer Kategori Dua (K2), Ridwan (32) yang ditemukan tewas tergantung di rumahnya, di Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Dia diduga bunuh diri akibat stres karena tidak terangkat menjadi PNS.

Korban sendiri selama ini merupakan pegawai honorer K2 yang tercatat dalam daftar 46 orang yang hingga akhir hayatnay tidak kunjung mendapatkan SK PNS meski sudah dinyatakan lulus oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Hal ini diungkapkan, istri korban, Halija, Jumat (8/1/2016).

"Memang dalam beberapa hari terakhir sering curhat karena stres hingga saat ini belum mendapatkan SK pengangkatan PNS padahal sudah lulus di BKN," jelasnya.

Ia menjelaskan, suaminya yang tewas gantung diri mengatakan kepadanya bahwa bagaimana ini, wali kota belum tanda tangani SK pengangkatan padahal teman seangkatan mayoritas sudah menerima SK masing-masing.

"Ia (Ridwan) bercerita ke saya, bilang bagaimana ini teman seangkatan saya suda diangkat jadi PNS sementara saya belum ditanda tangani pak wali SK-ku,"jelas Halija sambil meneteskan air mata.

3. IJ (40), guru taman kanak-kanak di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mencoba bunuh diri diduga karena tidak lolos seleksi CPNS, Januari 2010.

Dia memanjat BTS setinggi 80 meter di Kecamatan Krengkeng, Indramayu, lalu berusaha melopat.

Beruntung, upaya tersebut segera digagalkan polisi dari Polsek Krengkeng setelah 2 jam dilakukan bujuk rayu.

Awalnya, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian melihat IJ berada di puncak BTS.

Mereka pun menduga jika IJ adalah teknisi yang sedang melakukan maintenance.

Namun warga curiga, karena setelah dilihat lebih dekat, orang yang berada di atas tower itu ternyata berpakaian wanita dan berjilbab.

Mengetahui ini, beberapa warga yang datang ke lokasi melaporkan kepada petugas di Polsek Krangkeng. (*)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help