TribunMedan/
Home »

Sumut

Korban Banjir Mulai Gatal-gatal

Warga Desa Pematang Ganjang dan Desa Seirampah Kecamatan Seirampah Kabupaten Serdang bedagai yang menjadi korban banjir diserang penyakit gatal.

Korban Banjir Mulai Gatal-gatal
Tribun Medan/Array
Warga Desa Seirampah mendatangi posko kesehatan yang dibuka Pemkab di lokasi banjir Rabu, (13/9/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com, SEI RAMPAH - Warga Desa Pematang Ganjang dan Desa Seirampah Kecamatan Seirampah Kabupaten Serdang bedagai yang menjadi korban banjir selama empat hari mulai diserang penyakit gatal-gatal, Rabu (13/9). Posko kesehatan milik Dinas Kesehatan yang ada di lokasi banjir didatangi warga warga. Selain gatal-gatal wargapun ada yang sudah diserang diare.

"Gimana gak gatal-gatal kakiku ini, sejak Minggu banjir. Air di dalam rumahku pun hampir sepinggang. Kalau bantuan sembako memang sudah ada tapi yang utama itu ya bukan itu. Kami minta supaya air ini bisa surutlah. Sungai Sei Rampah inilah kalau bisa di keruk yang dalam lagi sama pemerintah. Banjir aja ini setiap tahun," ujar Jumirah seorang warga Desa Seirampah.

Kondisi banjir yang dirasakan warga tampak lebih mendingan dibanding dengan dua tahun lalu. Saat ini akses jalan menuju rumah warga di kampung Mandailing Desa Sei Rampah sudah sangat baik. Hal ini lantaran Pemkab Serdang Bedagai sudah melakukan pengaspalan beton tinggi di kawasan kampung ini. Namun demikian di beberapa titik karena masih cukup rendah, akses jalanpun masih digenangi air setinggi 30 cm.

Sementara itu ada juga beberapa rumah yang airnya sampai masuk dan ketinggiannya mencapai 40 sampai 50 cm. Hingga Rabu sore air pun belum ada tanda-tanda surut. Warga masih bertahan di dalam rumah dan belum berminat untuk mengungsi.

Baca: Usai Banjir Sergai, Jaringan Telkomsel Diklaim Tetap Aman

Baca: Sekolah Banjir, Siswa SMK Negeri 1 Terpaksa Dipulangkan

"Selain dari hujan tempat kami ini banjir karena sungai juga meluap. Laut pun sekarang ini sedang pasang mati, bertahan jadinya air ini. Udah mau seminggu juga sekarang ini banjirnya, tapi belum turun juga airnya," kata Ismail Nasution warga Desa Pematang Ganjang.

Rumah Ismail saling berhadapan dengan SMK Negeri 1 Seirampah. Tampak kalau sekira pukul 12.00 WIB sekolah ini pun tampak sepi. Menurut Ismail dan warga lainnya sekolah tersebut sepi lantaran pada pukul 10.00 WIB siswa-siswinya dipulangkan. Tidak ada aktivitas siswa dan guru yang terlihat.

Di areal pekarangan sekolah tampak ketinggian air mencapai 20 sampai 30 cm. Meski demikian air terlihat tidak sampai masuk ke lantai tiap-tiap ruangan. Akses jalan menuju sekolah ini juga tampak masih terendam banjir.

" Kalau semalam masih belajar. Hari ini tadi pukul 10.00 guru dan anak muridnya udah dipulangkan," kata Ismail.

Baca: BREAKING NEWS: Ratusan Rumah Warga di Seirampah Terendam Banjir

Pegawai Dinas Kesehatan Flora Sitanggang mengatakan selain gatal-gatal ada juga warga yang berobat karena mengalami diare dan demam. Berdasarkan data yang ia pegang saat ini sudah ada 100 orang warga yang datang untuk berobat. "Semalam ada 82 orang yang berobat. Saat ini sudah ada 20 orang. Yang paling banyak ya gatal-gatal lah," ujar Flora 

Ia menjelaskan kalau yang datang berobat lebih banyak orang dewasa. Menurutnya hal ini lantaran aktivitas orang dewasa lebih banyak dari pada anak-anak. "Kalau banjir gini anak-anaknya kan bisa digendong sama orang tuanya. Kalau untuk obat-obatan banyak kita sediakan di sini ada puluhan macam obat-obatan juga," kata Flora.

Selain diberi obat berbentuk salep, warga yang datang berobat juga diberi obat tablet. Tampak ketika melayani petugas kesehatan ini pun tampak begitu ramah.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help