TribunMedan/

OTT Bupati Batubara

KPK Ciduk 7 Orang dalam OTT Bupati Batubara, termasuk Kepala Dinas dan Swasta

"OTT dilakukan terkait dengan pengurusan sejumlah proyek di daerah tersebut. Sejumlah uang juga diamankan," katanya.

KPK Ciduk 7 Orang dalam OTT Bupati Batubara, termasuk Kepala Dinas dan Swasta
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah 

Penyidik KPK menangkap OK Arya bersama enam orang lainnya. Mereka berjumlah tujuh orang, yakni Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, Sujendi (sopir bupati), Maringan Situmorang (Direktur satu PT bidang kontruksi selaku rekanan yang diduga pemberi suap).

Kemudian, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Batubara Helman Herdadi, Saiful (pengusaha, rekanan), beserta Hairil dan Adam Sopian. Dua nama terakhir belum diketahui latar belakangnya.

Penyidik KPK membawa OK Arya dan kawan-kawan menumpang pesawat terbang Batik Air nomor penerbangan ID 6893 pada pukul 21.40 WIB, bertolak ke Jakarta.

Pihak keluarga mengakui penangkapan KPK atas bupati, dan beberapa pejabat terkait dugaan pemberian uang suap urusan proyek konstruksi.

"Dugaaannya soal dana anggran tahun 2017," kata OK Iskandar Krisna, adik bupati Batubara, kepada Harian Tribun Medan/www.tribun-medan.com.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membenarkan tim penyidik KPK menangkap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain.

Meski demikian, Basaria belum dapat menjelaskan rinci soal penangkapan ini. "Ya benar, detailnya tunggu konferensi pers," kata Basaria via pesan singkat kepada www.Tribun-Medan.com.

Juru Bicara/Humas KPK Febri Diansyah juga membenarkan pihaknya menangkap tujuh orang pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah dinas Bupati Batubara.

"Benar ada kegiatan OTT di salah satu kabupaten/kota (Kabupaten Batubara) di Sumatera Utara hari ini. Tim KPK mengamankan sekitar tujuh orang di sana," ujar Humas KPK Febri Diansyah, Rabu sore.

Ia menjelaskan ada unsur penyelenggara negara seperti Bupati Batubara OK Arya, kepala dinas serta pihak swasta melakukan perbuatan melanggar hukum. Karena itu, untuk kepentingan pemeriksaan awal mereka dibawa ke Polda Sumut.

"OTT dilakukan terkait dengan pengurusan sejumlah proyek di daerah tersebut. Sejumlah uang juga diamankan," katanya. (tio/dyk/tribun-medan.com)  

                                                *******

                                         Klik Berita Lainnya 

                                         #BeritaSELEB 

Halaman
1234
Penulis: Jefri Susetio
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help