TribunMedan/

Pengalaman Orang Indonesia soal ISIS, 'Kepala Korban Dipenggal Buat Mainan Anak-anak'

"Orang sudah mati saja digituin, membuat kami semakin takut dan harus berhati-hati," tutur Heru

Pengalaman Orang Indonesia soal ISIS, 'Kepala Korban Dipenggal Buat Mainan Anak-anak'
YOUTUBE
Deportan ISIS, Heru dan Nurshandrina 

TRIBUN-MEDAN-Kengerian yang terjadi di Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) benar-benar nyata adanya.

Hal ini dituturkan oleh para deportan ISIS asal Indonesia setelah kembali ke tanah air.

Gambaran ISIS yang diceritakan Heru misalnya, sunggu mencerminkan betapa mencekam dan tidak amannya negara itu.

Hampir setiap hari selalu saja terjadi perkelahian yang disebabkan oleh hal-hal kecil.

Misalnya soal makanan atau senggolan di jalan.

"Jadi Istilahnya (kehidupan di sana) kaya preman lah ya, kami pun tidak pernah bergaul di sana karena takut. Mereka sangat kasar," ungkapnya pada video yang diunggah akun YouTube DamailahRI.

Bahkan satu hari Heru melihat secara langsung bentuk kekejian anggota ISIS.

Tepatnya Heru memang tidak melihat eksekusi pemenggalan kepala korban, hanya saja ia menyaksikan kepala yang sudah terpisah dari tubuhnya dibuat mainan anak-anak.

Kejadian itu terjadi di Bundaran Menara Jam, dimana tubuh korban diikat pada tugu di sana dan terus disiksa.

Heru baru mengetahui ada kejadian itu saat mengetahui ada keramaian dan ketika melihat itu, Heru pun semakin takut terhadap ISIS.

"Orang sudah mati saja digituin, membuat kami semakin takut dan harus berhati-hati," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help