TribunMedan/

Usul Tes Keperawanan sebelum Menikah, Hakim Binsar Gultom Buka-bukaan setelah Dihujat

''Tidak ada tujuan saya mengerdilkan salah satu gender. Tujuannya (agar) rumah tangga sekarang mutlak suci, bersih, dan tidak bernoda.''

Usul Tes Keperawanan sebelum Menikah, Hakim Binsar Gultom Buka-bukaan setelah Dihujat
BBC Indonesia
Buku hakim Binsar Gultom yang banyak dihujat karena mengusulkan tes keperawanan sebelum menikah 

''Bila perlu sebelum pernikahan harus diatur persyaratan yang tegas, yakni mereka masih dalam posisi kudus, suci artinya perawan atau tidak,'' tulis Binsar Gultom di buku berjudul 'Pandangan Kritis Seorang Hakim: dalam penegakan hukum di Indonesia 3'.

''Untuk itu, harus ada tes keperawanan. Jika ternyata sudah tidak perawan lagi, maka perlu tindakan preventif dan represif dari pemerintah.''

Buku yang dianggap 'diskriminatif' tersebut diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama, bulan lalu.

Hakim Binsar sangat dikenal publik saat menjadi hakim kasus kopi sianida Jessica Wongso.  Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Jessica 20 tahun penjara dan keputusan ini diperkuat PT DKI Jakarta.   

Komisioner Ombudsman Ninik Rahayu sontak menyatakan keberatan ketika disebutkan oleh BBC, di buku itu disebut bahwa ia mengapresiasi gagasan tes keperawanan sebagai upaya menekan angka perceraian dan kekerasan domestik.

Dia balik mengusulkan Binsar Gultom diuji kembali kapabilitasnya sebagai hakim. Sebab, pendapat Binsar dalam buku tersebut dinilai melanggar Perma (peraturan Mahkamah Agung) No. 3 tahun 2017 tentang pedoman mengadili perkara perempuan berhadapan dengan hukum, yang melarang diskriminasi.

''MA telah mengeluarkan perma, secara bersamaan ada anggotanya yang membuat pernyataan yang tidak sesuai dengan isi Perma. Pantas kalau yang bersangkutan dievaluasi tingkat kepatuhannya,'' kata dia.

MiliterTes keperawanan dianggap melanggar hak asasi. Militer Indonesia sempat dikritik karena mensyaratkannya bagi calon prajurit.

''Apa salah saya mengungkap persoalan ini?'' kata Binsar Gultom sang hakim yang empunya gagasan, saat dihubungi oleh BBC Indonesia.

Ia juga menolak anggapan bahwa gagasannya tentang tes keperawanan itu diskriminatif dan melanggar hak asasi, dan berkilah bahwa sebenarnya ia juga mengusulkan tes yang sama untuk kaum pria.

''Ini tidak merendahkan. Sebab sudah terjadi perimbangan, lelaki juga mutlak melakukan tes keperjakaan. Memang di buku, saya baru sebut soal tes keperawanan. Tapi saya berpendapat lelaki pun mutlak,'' katanya, tanpa memapar bagaimana teknisnya uji keperjakaan itu.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help