TribunMedan/

Usul Tes Keperawanan sebelum Menikah, Hakim Binsar Gultom Buka-bukaan setelah Dihujat

''Tidak ada tujuan saya mengerdilkan salah satu gender. Tujuannya (agar) rumah tangga sekarang mutlak suci, bersih, dan tidak bernoda.''

Usul Tes Keperawanan sebelum Menikah, Hakim Binsar Gultom Buka-bukaan setelah Dihujat
BBC Indonesia
Buku hakim Binsar Gultom yang banyak dihujat karena mengusulkan tes keperawanan sebelum menikah 

''Saya baru membaca, (anak) SMP/SMA kalau dites keperawanan melanggar hak asasi manusia. Loh, kok melanggar hak asasi manusia?''

Ia menyebut bahwa ia bukan orang yang hijau di bidang HAM.

''Saya juga hakim HAM, salah satu hakim yang mengadili kasus pelanggaran HAM Timor-Timur dan Tanjung Priok.''

Binsar pun menepis tudingan bahwa gagasan itu didasari pandangan yang bias gender.

''Tidak ada tujuan saya mengerdilkan salah satu gender. Tujuannya (agar) rumah tangga sekarang mutlak suci, bersih, dan tidak bernoda.''

250 perkara cerai dan KDRT

''Landasan berpijak saya, yang saya khususkan di sini masih murnikah pernikahan itu?" kata Binsar lagi penuh semangat.

Di bukunya yang setebal 306 halaman tersebut, Binsar menyebut bahwa sejak mulai bertugas sebagai hakim pengadilan umum pada 1996 sampai sekarang, ia sudah menangani 'sekitar 250' perkara perceraian dan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Betapa pun, ia tak memapar apakah ada, dan berapa banyak, kasus perceraian atau KDRT yang ditanganinya itu yang didasarkan pada sengketa keperawanan.

nikah massalPasangan nikah massal di Yogyakarta, foto diambil pada 2012.

Pijakan yang disampaikan Binsar tersebut yang dinilai 'terlalu menyederhanakan masalah' oleh sosiolog gender Ida Ruwaida Noor.

Menurut Ida, isu tes keperawanan ini secara berkala diungkit di masyarakat.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help