TribunMedan/

Bantuan untuk Anak dan Keluarga Rohingya Diapresiasi

"Semoga dengan bantuan tersebut bisa memberikan dampak perbaikan jangka pendek yang dialami oleh anak yang tentu dalam konvensi internasional dilindun

Bantuan untuk Anak dan Keluarga Rohingya Diapresiasi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK Puan Maharani, Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto memantau prajurit TNI Angkatan Udara memasukkan bantuan kemanusiaan Rohingya untuk ke dalam pesawat di Base Ops TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/9/2017). Sebanyak 34 ton bantuan berupa beras, bahan siap saji, tenda, dan selimut dikirimkan lewat empat pesawat Hercules ke Bangladesh untuk pengungsi Rohingya. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Pengiriman bantuan untuk korban anak dan keluarga Rohingya dari Indonesia diapresiasi.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian bangsa Indonesia terhadap tragedi kemanusiaan pengungsi Rohingya baik usia anak maupun keluarganya.

"KPAI mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo dan masyarakat Indonesia yang mengirim bantuan tahap pertama untuk pengungsi Rohingya," katanya, Kamis(14/9/2017).

Bantuan dari masyarakat Indonesia ke Rohingya itu sendiri berupa bantuan tenda, tangki fleksibel, perlengkapan keluarga, sembako, gula, beras dan lainnya.

Baca: Ternyata Ini Bagian Tubuh Chelsea Olivia yang Disukai Glenn Alinskie

"Semoga dengan bantuan tersebut bisa memberikan dampak perbaikan jangka pendek yang dialami oleh anak yang tentu dalam konvensi internasional dilindungi dan ditangani secara baik," ujar Jasra.

Dia mengatakan terdapat pekerjaan rumah Indonesia ke depan untuk meminta negara-negara Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan aktivis anak dunia untuk terus memberikan perhatian penuh terhadap pengungsi Rohingya dan utamanya anak.

Khusus anak, kata dia harus diberikan perlakuan khusus seperti mendapatkan hak pendidikan, kesehatan dan rasa aman dalam situasi konflik.

"Karena dalam kondisi anak dalam situasi mengungsi tentu banyak anak terganggu dan tidak terpenuhi hak-haknya jika dibandingkan dengan lingkungan sebelumnya," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan masalah kemanusiaan yang menimpa pengungsi Rohingnya di Myanmar menjadi tanggung jawab kita semua.

Wujud nyata perhatian pemerintah dan masyarakat Indonesia, adalah dengan melakukan berbagai penggalangan bantuan secara bergotong royong untuk disalurkan kepada pengungsi Rohignya.

Menurutnya, semangat dan sikap gotong royong ini sangat penting karena inilah jati diri bangsa Indonesia.

"Saya selaku Menko PMK atas nama pemerintah dan pribadi mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarmya kepada seluruh komponen masyarakat Indonesia atas bantuan yang telah diberikan," katanya di Jakarta, Rabu (14/9/2017).

Puan juga menegaskan, bantuan kemanusiaan yang dikirim Indonesia ini adalah wujud konsistensi dalam membantu pengungsi Rohingya. (*)

Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help