TribunMedan/

Bos Garmen Batal Bangun Masjid, Terlanjur Jadi Korban Pembunuhan

Hari saat pemakaman sebenarnya merupakan hari dimana korban datang ke Kota Pekalongan untuk memulai pembangunan masjid.

Bos Garmen Batal Bangun Masjid, Terlanjur Jadi Korban Pembunuhan
TRIBUN JATENG/IST/KOLASE TRIBUNWOW.COM
Pasangan suami istri Husni Zarkasih (57) dan Zahiya Masrur (54), warga Jalan Pengairan No 21 RT 011/06, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat ditemukan tewas dan mayatnya ditemukan di Sungai Klawing, Dusun Penisihan, RT 001/01 Desa Palumbungan, Bobotsari Purbalingga. (TRIBUN JATENG/IST/KOLASE TRIBUNWOW.COM) 

TRIBUN-MEDAN.com, PEKALONGAN - Pelaku pembunuhan pasangan suami istri pengusaha garmen di Jakarta yang jenazahnya dibuang di Purbalingga telah tertangkap polisi.

Otak pelakunya tak lain adalah mantan karyawannya.

Dari tiga pelaku yang ditangkap, satu diantaranya ditembak mati lantaran melawan petugas. Ketiga pelaku ditangkap saat asik berkaraoke di daerah Grobogan, Jawa Tengah.

Kerabat korban, Imron Nashikin, mengatakan, hari saat pemakaman sebenarnya merupakan hari dimana korban datang ke Kota Pekalongan untuk memulai pembangunan masjid.

Musala yang berada di Banyuripalit, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan itu rencananya akan direnovasi dan diperluas menjadi masjid.

"Tanah di belakang dulunya kos kosan, lalu dibeli sama almarhum. Dibongkar untuk bangun masjid," kata Imron, Kamis (14/9/2017).

Sekitar empat tahun yang lalu lahan seluas 40x14 meter telah dibeli untuk perluasan musolah.

Namun ternyata pembangunan masjis itu terkatung katung. Orang kepercayaan korban rupanya tidak cepat bergerak memulai pembangunan musolah itu.

"Pernah ketemu dan cerita, orang kepercayaannya itu tidak tanggap makanya pembangunan musolah jadi masjid ini terkatung katung. Beliau (korban) tidak marah, hanya kecewa saja," katanya.

Tanah kosong yang berada di belakang musala itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan masjid.

Selasa (12/9/2017), sesuai rencana harusnya Husni Zakarsih (58) dan Zakiah Husni (53) datang ke Kota Pekalongan untuk mulai pembangunan masjid tersebut.

Hari itu direncanakan korban mulai melakukan pembelian material bahan bangunan untuk memulai rencana baiknya.

Namun tuhan berkehendak lain. Di hari yang sama, keluarga berlinangan air mata melepas kepergian suami istri pengusaha garmen itu ke peristirahatan terakhir.

Keduanya dimakamkan bersebelahan di pemakaman keluarga, sekitar 500 meter dari lokasi pembangunan masjid yang direncanakan.

"Almarhum ingin tanah yang sudah dibeli itu dipergunakan untuk kepentingan umum. Seperti masjid atau sekolah," kata Imron. (Tribun Jateng/Radlis)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help