TribunMedan/
Home »

Video

VIDEO

Bupati Batubara Kena OTT KPK, Warga Gelar Ritual 'Buang Sial' Dengan Cara Unik Ini

Belasan warga menggelar kibotan pinggir jalan, ada pula yang mengekspresikan "buang sial" dengan membotaki kepala di Jalan Perintis Kemerdekaan

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BATUBARA - Ada-ada saja bentuk ekspresi warga setelah Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus OTT anggaran diduga proyek jembatan.

Belasan warga menggelar kibotan pinggir jalan, ada pula yang menggelar ritual "buang sial" dengan membotaki kepala di Jalan Perintis Kemerdekaan, di Itam Ulu Kecamatan Lima Puluh, Kamis (14/9/2017).

Diketahui tiga orang dipangkas dengan alat cukur mesin, hingga rambutnya kandas manampakkan kulit kepala.

Ketiganya adalah Arsyad Nainggolan, Zukri Damanik dan Darmansyah warga Dusun I Desa 4 Negeri Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara.

Baca: Bupati Batubara Diciduk KPK, Reaksi Warganya Mengejutkan, Bahkan Gelar Kibotan

Kata Darmansyah dira rela dipangkas habis rambutnya karena bersyukur ternyata lembaga hukum, KPK bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat pada hukum. Darmansyah meminta korupsi lainnya di Batubara bisa terungkap.

"Kita ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada KPK yang membuka tabir kejahatan korupsi yang hampir 10 tahun dipimpin Bupati OK Arya Zulkarnaen. Pengungkapan ini juga memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum, dalam hak ini KPK. Harapan KPK tidak hanya OTT karena masih banyak kasus lain, contoh kasus Rp 80 miliar kas daerah sejak 2010 hingga kini," bebernya.

Baca: Kena OTT Bersama Pengusaha, Bupati OK Arya Kelihatan Linglung dan Lakukan Hal Aneh Ini

"Berharap KPK tak berhenti OTT. Karena korupsi lainnya masih ada. Diduga korupsi Bansos 2012 sampai 2014 senilai Rp 151 miliar juga dana DAK Pendidikan tahun 2015 senilai Rp 31miliar. Ditangkapnya dia (Bupati) juga buang sial bagi masyarakat ," pungkasnya.

Sementara Arsyad mengaku bersyukur Bupati ditangkap. Apalagi, katanya, ia pernah divonis pidana 10 bulan oleh PN Asahan lantaran kasus UU ITE, telah mengekspos dugaan pencemaran nama baik bupati berpaut kasus korupsi yang diusut Kejari Lima Puluh.

"Saya bersyukur dia akhirnya ditangkap terima kasih KPK. Saya bukan dendam," katanya usai dibotaki.(*)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help