TribunMedan/

OTT Bupati Batubara

Bupati OK Arya Terjaring OTT KPK, Diduga Ini Penyebabnya

Pasca-KPK melakukan penangkapan terhadap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen dan enam orang termasuk Kadis PU dan kontraktor tersiar dugaan korupsi te

Bupati OK Arya Terjaring OTT KPK, Diduga Ini Penyebabnya
(Tribun-Medan.com/Indra Gunawan)
Bupati Batubara (Sumatera Utara) OK Arya Zulkarnaen diawasi penyidik KPK saat berada di Bandara Kualanamu menuju Jakarta, Rabu (13/9/2017) malam. OK Arya bersama enam orang lainnya terjaring operasi tangkap tangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah dinas bupati di Tanah Itam Hulu, Kecamatan Lima Puluh, Batubara, Sumut, Rabu siang. (Tribun-Medan.com/Indra Gunawan) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, BATUBARA - Pasca-KPK melakukan penangkapan terhadap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen dan enam orang termasuk Kadis PU dan kontraktor tersiar dugaan korupsi terkait pembanguan infrastruktur jalan dan jembatan. Hal ini diutarakan pegawai Pemkab di bidang Humas, Cecep pada tribun-medan.com usai apel pagi, Kamis (14/9/2017)

Diceritakan Cecep, Bupati diamankan KPK diduga hasil pengembangan enam orang melakukan transaksi di Medan dugaan korupsi anggaran Pemkab terkait rabat beton atau jalan. Bupati dibawa KPK tanpa sepengatahuan beberapa PNS yang berada di lokasi penangkapan.

"Penangkapan Bapak Bupati dugaannya hasil pengembangan. Duluan ditangkap yang enam orang di Medan. Semalam gak ada yang tahu itu KPK yang datang dan bawa Bupati. 15 menit kutinggal dah dibawa bapak bupati," ujar Cecep.

Baca: Saat OK Arya Kena OTT, Wakil Bupati Batubara Sempat Menelepon Tapi Ini yang Terjadi

Informasi bereda enam orang yang diamankan bersama bupati OK Arya Zulkarnaen, di antaranya Sujendi, Maringan Situmorang, pengusaha (Direktur PT Tiga Dimensi Karya Kontruksi), Helman (Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Batubar), Saiful (Pengusaha), Adam Sopian dan diduga Khairil Anwar disebut prngacar pemkabmantan KPU Batubara. 

Sekretaris Daerah Pemkab Batubara, Sakti Alam Siregar dikonfirmasi terkait menjelaskan tidak tahu secara rinci siapa saja yang ditangkap bersama bupati. Dia juga mengaku tidak tahu soal adanya anggaran diduga 3 miliar untuk pembangunan rabat beton jalan.

"Itu saya gak tahu. Kan katanya ada pihak swasta atau pengembang tapi saya gak tahu," katanya.(*)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help