TribunMedan/

Lapak Pedagang Ilegal, Tapi Ada Meteren Listrik Resmi dari PLN, Begini Reaksi Kasatpol PP

Ratusan Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Medan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di seputaran Stadion Teladan

Lapak Pedagang Ilegal, Tapi Ada Meteren Listrik Resmi dari PLN, Begini Reaksi Kasatpol PP
Tribun Medan/Hendrik
Satpol PP Medan menertibkan lapak PKL ilegal di Jalan Gedung Archa Medan, Kamis (14/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ratusan Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Medan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di seputaran Stadion Teladan hingga Meseum Negeri Sumatera Utara dan Institute Teknologi Medan (ITM), Kamis (14/9/2017).

Tiba di Jalan Gedung Archa, Kasatpol PP Medan Muhammad Sofyan pun terlihat berang.

Penertiban terpaksa berjalan lambat lantaran banyaknya kabel listrik berseliweran di lapak PKL ilegal tersebut.

Baca: Bikin Macet, Lapak PKL di Sekitar Stadion Teladan Dibongkar Paksa, Pedagang Bilang Begini

"Pelan-pelan, banyak kabel listrik," ucap Sofyan kepada anggotanya.

Tak hanya sekadar kabel, dua meteran listrik pra-bayar pun terlihat terpasang di lapak tersebut.

Kepada Tribun, Sofyan heran terhadap sikap PLN yang memberikan meteran ke pedagang yang membangun lapak di atas drainase.

Baca: Perempuan Cantik Ini Histeris Saat Satpol PP Bongkar Lapak Jualannya

"Kok bisa ada meteran listrik di sini. PLN kok melegalkan yang ilegal," sambungnya.

Pedagang perempuan yang diketahui bermarga Rangkuti menyebutkan bahwa meteran tersebut ia peroleh secara legal.

Ia lantas menyebut bahwa banyak pedagang di sana yang mencuri arus.

"Listrik kami legal, kami bayar pakai pulsa. Tapi banyak juga di sini yang curi arus," pungkasnya.(*)

Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help