TribunMedan/

Penjahat Kelas Kakap John Kei Dikabarkan Mualaf, Namun Ada Keanehan dalam Fotonya

Narapidana kelas kakap John Kei dikabarkan berniat masuk Islam, namun ada kejanggalan dalam foto yang disebar

Penjahat Kelas Kakap John Kei Dikabarkan Mualaf, Namun Ada Keanehan dalam Fotonya
Facebook
Foto John Kei yang dipalsukan menggunakan teknik photoshop hingga terlihat mengenakan peci 

Laporan wartawan Tribun Medan, Fahrizal Fahmi Daulay

TRIBUN-MEDAN.com - Narapidana kelas kakap John Kei dikabarkan berniat masuk Islam, namun ada kejanggalan dalam foto yang disebar oleh pemilik akun Hanny Kristianto yang memiliki follower di lamannya sebanyak 126 ribu.

Anehnya foto John Kei mengenakan peci (penutup kepala) ketahuan diedit. Foto aslinya dibongkar oleh netizen.

Jika benar John Kei telah menjadi mualaf, kenapa informasi yang disampaikan dengan cara yang tidak tepat?

Beberapa foto diambil di lokasi pulau Nusakambangan. Foto itu disebar akun Hanny Kristanto atas nama Mualaf Center Darusalam seperti yang tercantum dalam logo foto yang diambil.

Seperti yang disampaikan akun Nugroho Matair, "maaf yang aslinya foto ini apa seperti ini, mohon konfirmasi ya? Soalnya yg berkembang gambar ini? mohon konfermasi jika salah ya."

Inilah foto John Kei sebelum diedit
Inilah foto John Kei sebelum diedit (Ist)

Sebelumnya, John Kei merupakan tersangka dalam perkara pembunuhan Tan Harry Tantono, Direktur Sanex Steel, yang ditemukan tewas di Swis-Belhotel Jakarta akhir Januari 2012 lalu.

Lihat perbandingan foto John Kei sebelum dan sesudah diedit
Lihat perbandingan foto John Kei sebelum dan sesudah diedit (Ist)

Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman yang lebih berat kepada John Kei dari 12 tahun menjadi 16 tahun penjara seperti yang dikutip Tribun Medan dari Kompas.com.

Vonis 16 tahun penjara itu lebih lama dua tahun dari tuntutan jaksa, diputuskan pada 24 Juli 2013 lalu.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada John Kei pada 27 Desember 2012 lalu.

Halaman
1234
Penulis: Fahrizal Fahmi Daulay
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help