TribunMedan/

OTT Bupati Batubara

Saat OK Arya Kena OTT, Wakil Bupati Batubara Sempat Menelepon Tapi Ini yang Terjadi

Wakil Bupati Batubara RM Harry Nugroho sedang tidak mendampingi Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen yang dimanakan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Saat OK Arya Kena OTT, Wakil Bupati Batubara Sempat Menelepon Tapi Ini yang Terjadi
Tribun Medan/Dedy
Wakil Bupati Batubara, RM Harry Nugroho diwawancarai wartawan di halaman rumah dinas bupati 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BATUBARA - Wakil Bupati Batubara RM Harry Nugroho sedang tidak mendampingi Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen yang dimanakan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Harry mengaku tidak tahu kedatangan tiga orang KPK, melakukan pengamanan pada bupati dan enam orang lainnya sekitar pukul 14.30 WIB, di Rumah Dinas Bupati yang berlokasi di Itam Hulu, Kecamatan Lima Puluh, Rabu (13/9/2017).

RM Harry mengenakan kemeja putih lengkap dengan bet nama dan lencana dinasnya, kepada sejumlah wartawan menyampaikan tidak tahu Bupati diOTT dan dibawa KPK bersama enam orang lainnya. Halbini diutarakannya di halaman Kantor Bupati Batubara.

Baca: Parade Foto: Penampakan Bupati Tangkapan KPK Melanggeng di Bandara seperti Penumpang Biasa

Baca: Bupati Kena OTT, Apel Pemkab Batubara Hari Ini Tanpa Wakil Bupati dan Sekda

"Saya tidak tahu tentang isu tersebut (KPK OTT Bupati Batubara). Saya baru tahunya kabar itu dari orang-orang di kantor," ungkapnya.

Dibeberkan RH Harry Nugroho, bahwa di hari penangkapan Bupati dia sempat berusaha berkomunikasi dengan Bupati lewat telepon seluler. Namun beberapa kali bupati dihubungi tidak menjawab panggilan teleponnya.

RM Harry berujar, sempat berupaya berkomunikasi via telepon seluler sekitar pukul 15:00 WIB sampai 16:00 WIB. Dihubungi terus tetapi handphone OK Arya Zulkarnaen tidak diangkat hingga akhirnya tidak aktif sama sekali.

"Yang saya tahu hari ini Bupati masuk kantor. Saya terakhir berupaya coba komunikasi jam tiga sampai jam empat. Berapa kali dihubungi tapi beliau gak angkat telepon. Setelah itu gak bisa dihubungi lagi," bebernya. 

Halaman
1234
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help