TribunMedan/

Savita Linda Tak Hadir, Sidang Tuntutan Kasus Penggelapan dan Penipuan Rp 15,3 Miliar Ditunda

Persidangan yang sempat dibuka oleh Erintuah di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, terpaksa ditunda, setelah terdakwa dalam perkara ini yaitu

Savita Linda Tak Hadir, Sidang Tuntutan Kasus Penggelapan dan Penipuan Rp 15,3 Miliar Ditunda
Tribun Medan / Azis
Savita Linda Hora Panjaitan, disidangkan terpisah atas kasus yang sama dengan Ramadhan Pohan di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (3/1/2017). (Tribun Medan / Azis) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ketua Majelis Hakim, Erintuah Damanik terpaksa menunda persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan atas perkara kasus penggelapan dan penipuan senilai Rp 15,3 miliar yang berlangsung Kamis (14/9/2017).

Persidangan yang sempat dibuka oleh Erintuah di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, terpaksa ditunda, setelah terdakwa dalam perkara ini yaitu Savita Linda Hora Panjaitan berhalangan hadir dengan alasan sakit.

"Kepada jaksa penuntut umum, silahkan hadirkan terdakwa dipersidangan," kata Erintuah.

Baca: Dianggap Berbelit-belit Selama Persidangan, Jaksa Tuntut Ramadhan Pohan 3 Tahun Penjara

Mendengarkan hal tersebut, JPU Emmy lalu menjelaskan tidak dapat menghadirkan terdakwa dalam persidangan kali ini.

"Maaf yang mulia, kami baru mendapatkan informasi dari penasehat hukumnya bila Savita Linda berhalangan hadir karena sakit. Dilampirkan juga surat dari dokter yang mulia," jelas Emmy.

Setelah mendapat penjelasan dan melihat lampiran surat dokter, maka majelis hakim meminta kepada JPU untuk dapat menghadirkan terdakwa dalam persidangan dengan agenda yang sama pada Selasa 19 September 2017 mendatang.

Baca: Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Ramadhan Pohan Sebut Dirinya Hanya Korban

"Sidang ditunda hingga Selasa 19 September dengan menghadirkan terdakwa," ucap Erintuah lantas mengetuk palu tanda sidang ditunda.

Sementara itu, Savita Linda Hora Panjaitan merupakan satu terdakwa selain Ramadhan Pohan dalam perkara ini. JPU diketahui telah menuntut Ramadhan Pohan dengan hukuman 3 tahun penjara pada Kamis, (7/9/2017) lalu.

Kasus ini bermula ketika Laurenz Hanry Hamonangan Sianipar dan RH boru Simanjuntak melaporkan keduanya ke Polda Sumut atas kasus penggelapan dan penipuan senilai Rp 15,3 miliar.

Disebutkan dalam dakwaan bila uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan kampanye Ramadhan Pohan saat maju pada Pilkada Wali Kota Medan tahun 2015 lalu.(*)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help