TribunMedan/
Home »

Cetak

Edisi Cetak Tribun Medan

Terdakwa Penodaan Agama: Saya Minta Maaf pada Umat Muslim, Saya Mau Kuliah Lagi

"Saya menyesal dan memohon maaf kepada umat Muslim atas perbuatan saya. Saya juga ingin melanjutkan kuliah selepas menjalani hukuman," sebut Wiranto.

Terdakwa Penodaan Agama: Saya Minta Maaf pada Umat Muslim, Saya Mau Kuliah Lagi
Tribun Medan / Mustaqim
Wiranto Banjarnahor saat mendengar pembacaan vonis hukuman dari majelis hakim di Ruang Cakra II, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/9/2017). (Tribun Medan / Mustaqim) 

MEDAN, TRIBUN - Terdakwa kasus penistaan agama, Wiranto Banjarnahor sebelum divonis oleh majelis hakim terlebih dahulu menyampaikan pleidoi atau pembelaannya secara tertulis di Ruang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/9).

Dalam pembelaannya, dia mengaku meminta maaf kepada seluruh umat Muslim atas perkataannya di akun facebook miliknya. Selain itu, ia mengungkapkan ingin kembali ke bangku perkuliahan.

"Saya menyesal dan memohon maaf kepada umat Muslim atas perbuatan saya. Saya juga ingin melanjutkan kuliah selepas menjalani hukuman," sebut Wiranto.

Setelah pembacaan pembelaan, maka sidang dilanjutkan dengan pembacaan vonis hakim.

"Mengadili, menyatakan dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan empat bulan. Dipotong selama terdakwa dalam menjalani masa tahanan," ujar Ketua Majelis Hakim, Sabarulina Ginting.

Adapun hal yang memberatkan hukuman terhadap terdakwa yaitu perbuatannya dapat menimbulkan konflik antar-umat beragama di Indonesia.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sindu Hutomo dalam sidang sebelumnya menuntut Wiranto Banjarnahor dengan hukuman dua tahun penjara.

Tuntutan itu diberikan karena JPU menilai mantan mahasiswa Unimed itu bersalah karena mengunggah kalimat penghinaan terhadap Nabi Muhammad melalui akun facebook miliknya yang bernama Bangun Prima Ekapersada.

"Menuntut, meminta kepada majelis hakim yang mengadili dan menyidangkan perkara ini supaya memutuskan menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa selama dua tahun penjara," kata Sindu di Ruang Cakra III PN Medan pada Rabu (6/9) lalu.

Sindu menjelaskan, kasus ini bermula setelah tim kepolisian dari Polrestabes Medan menindaklanjuti laporan masyarakat atas adanya postingan kalimat penghinaan atau penodaan agama dalam akun facebook Bangun Prima Eka Persada.

Setelah dilakukan penyelidikan ternyata pemilik akun bernama Wiranto Banjarnahor dan polisi kemudian melakukan penjemputan.

"Terdakwa diamankan dari tempat kosnya di Jalan Pancing, Medan Estate pada Selasa 16 Mei 2017 lalu," sebutnya.

Setelah kasus ini mencuat, maka Rektorat Unimed kemudian langsung mengambil sikap tegas dengan memecat terdakwa sebagai mahasiswa semester II di Fakultas Teknik kampus tersebut.

Adapun barang bukti dalam kasus ini berupa screenshot unggahan bertuliskn penghinaan terhadap Nabi Muhammad, ponsel, tas ransel dan jas almamater Unimed. (cr8)

TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Keterangan: Wiranto Banjarnahor saat mendengar pembacaan vonis hukuman dari majelis hakim di Ruang Cakra II, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/9).

Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help