TribunMedan/
Home »

News

» Jakarta

OTT Bupati Batubara

Gerak Cepat KPK Menangkap Bupati OK Arya dan Tujuh Orang Lainnya, Ini Kronologisnya

Arya merupakan salah satu dari delapan orang yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan di Medan dan Batubara, Rabu (13/9/2017).

Gerak Cepat KPK Menangkap Bupati OK Arya dan Tujuh Orang Lainnya, Ini Kronologisnya
Kompas.com/Robertus Belarminus
Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen, Kamis (14/9/2017) 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) telah menetapkan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain (OKA) sebagai tersangka dugaan suap terkait pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2017.

Arya merupakan salah satu dari delapan orang yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan di Medan dan Batubara, Rabu (13/9/2017).

"Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan delapan orang, yaitu Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Pemkab Batubara Helman Herdady (HH), pemilik dealer mobil Sujendi Tarsono (STR), Staf Pemkab Batubara AGS, KHA dari pihak swasta, dan MNR sopir istri Bupati, serta dua orang kontraktor bernama Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar (SAZ)," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Baca: Bupati Batubara Kena OTT KPK, Warga Gelar Ritual Buang Sial Dengan Cara Unik Ini

Operasi tangkap tangan hari itu bermula dari informasi pada Selasa (12/9/2017) yang menyebutkan bahwa Arya meminta Sujendi untuk menyiapkan uang Rp 250 juta. Uang rencananya akan diambil oleh KHA pada Rabu di dealer mobil milik Sujendi di daerah Petisah, Kota Medan.

"Pada 13 September 2017, sekitar pukul 12.44 WIB, KHA masuk ke dealer mobil milik STR dan tidak lama keluar sambil menenteng kantong kresek berwarna hitam," kata Basaria.

Baca: Bupati Batubara Diciduk KPK, Reaksi Warganya Mengejutkan, Bahkan Gelar Kibotan

Selanjutnya, tim KPK mengikuti mobil KHA dan mengamankannya di sebuah jalan menuju daerah Amplas.

"Di dalam mobil KHA, tim mendapatkan uang tunai senilai Rp 250 juta yang dimasukkan dalam kantong kresek warna hitam," tuturnya.

Petugas KPK lalu membawa KHA dibawa ke dealer mobil milik Sujendi dan langsung mengamankan Sujendi bersama dua karyawannya.

Halaman
1234
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help