TribunMedan/

Tjahjo Kumolo Ajak Menjaga Pancasila Tanpa Pandang Latar Belakang

Tjahjo menilai ada banyak tantangan yang sedangdihadapi bangsa ini.Termasuk ketimpangan sosial di mana-mana, pendidikan, dan masalah kesehatan.

Tjahjo Kumolo Ajak Menjaga Pancasila Tanpa Pandang Latar Belakang
ISTIMEWA
MENTERI Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo diulosi setelah memberikan ceramah dalam Seminar Nasional Pendidikan Kebangsaan di Bina Media, komplek Kampus Universitas Katolik Santo Thomas Medan, Sabtu (16/9). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Universitas Katolik Santo Thomas Medan menggelar Seminar Nasional Pendidikan Kebangsaan: Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila dalam Pendidikan Nasional di Bina Media, komplek Kampus Universitas Katolik Santo Thomas Medan, Sabtu (16/9). Seminar ini dihadiri sejumlah tokoh di Indonesia yakni: Menteri Dalam Negri, Tjahjo Kumolo, Ketua Umum PB NU, KH Said Aqil SiradjUnit kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan ( UKP4), Yudi Latif dan  Ketua Yayasan Unika Santo Thomas, Cosmas Batubara.

Dalam paparannya Tjahjo Kumolo memaparkan persoalan yang saat ini di hadapi bangsa Indonesia. Tjahjo menilai ada banyak tantangan yang sedangdihadapi bangsa ini. Termasuk ketimpangan sosial di mana-mana, pendidikan, masalah kesehatan dan pemenuhan kebutuhan sandang serta pangan. Hal yang lebih penting lagi untuk dihadapi dan dituntaskan, yaitu narkoba, korupsi, radikalisme berserta terorisme.

"Apalagi masalah narkoba, radikalisme, korupsi, terorisme harus benar-benar kita perangi bersama," katanya.

Berkaitan dengan ketimpangan yang ada, lanjut Tjahjo, pemerintahan yang dipimpin bapak Presiden Joko Widodo sedang melakukan sebuah upaya untuk mengatasinya. Rencana yang sedang berjalan adalah pembangunan infrastruktur. 

Baca: Ribuan Perguruan Tinggi Akan Gelar Aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme

Baca: Tandatangani MoU, Bupati Nias Barat Semangati Mahasiswa di PKKMB Unika

Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini merupakan aspek penting sebagai akselerator mengejar ketertinggalan. Dikatakannya, masyarakat harus terus mendukung pemerintah yang sedang fokus menyelesaikan jalur Kereta Api sepanjang 170 km, jalan 836 km, jembatan 10.198, bandara, dan pelabuhan laut di 61 lokasi dan ditargetkan harus diselesaikan tahun 2019.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengungkapkan pergolakan yang merongrong ideologi negara, Pancasila  tidak boleh hanya dilimpahkan kepada aparat penegak hukum. Tidak hanya Pemerintah, untuk menjaga Indonesia tentu memerlukan kerja sama yang kuat diantara seluruh masyarakat. Tidak memandang latar belakang, setiap warga negara harus turut bekerja.

"Setiap manusia itu harus mempunyai imajinasi-imajinasi persepsi-pesepsi agar dapat berani melaksanakan persepsi itu,"ujarnya.

Pada penjelasannya, dia menyebutkan, esensi dari Pancasila secara kontemporer merupakan konsep yang berangkat dari nilai kebudayaan dan sejarah yang telah ada jauh sebelum Indonesia hadir sebagai sebuah bangsa modern. Pancasila juga memiliki arti Pelaksanaan Lima Kesusilaan atau Panca Krama yaitu tidak boleh melakukan kekerasan, tidak boleh mencuri, tidak boleh berjiwa dengki, tidak boleh berbohong, tidak boleh mabuk minuman keras.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help