TribunMedan/

CALON BUPATI DAIRI, Dr Eddy: Petani Tak Perlu Banyak Diajari

Banyak hasil tani yang menjadi unggulan seperti jeruk, sayur, kopi, dan durian.

CALON BUPATI DAIRI, Dr Eddy: Petani Tak Perlu Banyak Diajari
tribun medan
Bakal Calon Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Bakal Calon Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan hasil tani masyarakat sangat bagus. Banyak hasil tani yang menjadi unggulan seperti jeruk, sayur, kopi, dan durian.

Namun, ia menilai petani masih kekurangan dalam menciptakan mekanisme bertani dengan lebih maju.

Baca: TERNYATA! iPhone 8 Sepi Peminat, Diduga Ini Penyebabnya

Baca: TEROR: Ada Uang Rp 1,5 Miliar, Dibalik Motif Pelemparan Kepala Babi di Teras Gedung Warga Minang

"Petani Dairi tidak perlu banyak diajari, mereka otodidak turun temurun, tetapi bangun situasi lingkungan kerja dan usaha yang mendorong mereka untuk maju dan bertumbuh. Untuk ilmu dan teknik bercocok tanam mereka bagus, namun kenapa petani kerap tidak maksimal dan kurang produktif, ya karena lingkungan kurang terarah,"ujarnya, Kamis (22/9/2017).

Pengusaha di bidang keuangan ini juga menilai Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) dari pemerintah masih kurang memiliki pengetahuan. Sehingga, PPL sering ditolak dan kurang diterima.

"Karena aplikasinya tidak sama dan peran-peran yg bergeser. Padahal penyuluhan tetap merupakan kebutuhan. Nah di sini penyuluh dan pendamping justru memiliki peranan penting utk memberikan motivasi, pendmpingan dan tanpa embel-embel,"jelas Balon Bupati bergelar S3 ini.

Baca: KASUS PEMBUNUHAN: Pdt Andreas Josep Tarigan Ditahan Polrestabes Medan, Ini Keterangan GBKP

Baca: OBAT PCC BEREDAR: Waspada! Dua Pengedar Ini Cekoki Pelajar dan Orangtua

Menurut Dr Eddy, solusinya yakni membentuk kekuatan kelompok petani. Dengan itu, katanya, skala pertaniannya berdaya tawar kepada peranan pasar. Mekanisme ini juga dapat mewujudkan penyerapan hasil produksi dengan harga wajar.

Selanjutnya, tugas pemerintah menyiapkan masyarakat, untuk ikut menjadi bagian dari proses pengolahan dan produksi baik perorangan sebagai tenaga kerja maupun usaha rumahan dan kecil menengah.

"Pemerintah sejak awal harus bekerja keras untuk menyiapkan semuanya agar masyarakat menjadi pelaku utama dalam ekonomi, pembangunan dan melestarikan kearifan lokal yang diwarisinya,"pungkasnya.(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help