TribunMedan/

Pemkab Dairi Gelar Pesta Njuah-njuah, Begini Suasananya

Mulai pagi ini (25/9/2017), Kota Sidikalang dimeriahkan dengan pertunjukkan Pesta Budaya Njuah-njuah.

Pemkab Dairi Gelar Pesta Njuah-njuah, Begini Suasananya
Tribun Medan/Tommy
Tarian penyambutan untuk raja di Gedung Nasional dalam Pesta Njuah-njuah, Senin (25/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Mulai pagi ini (25/9/2017), Kota Sidikalang dimeriahkan dengan pertunjukkan Pesta Budaya Njuah-njuah.

Mayoritas masyarakat melakukan pawai mengitari jalan protokol Sidikalang dengan mengenakan baju adat Pakpak.

Ada juga yang mebawa hasil tani, marching band, mengenakan baju adat lainnya, dan kendaraan hias.

Kegiatan rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi ini mencuri perhatian seluruh masyarakat. Warga banyak yang menyaksikan dari pinggir jalan dan mengabadikan pesta yang bertema "Danau Sicikecike" ini.

Baca: Istri Eddy Berutu Nilai Fasilitas untuk Anak Muda di Dairi Masih Minim

Tak hanya peserta pawai, para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Dairi juga mengenakan baju Merapiapi pakaian adat Suku Pakpak.

Tak hanya pakaian, mereka juga lengkap mengenakan kalung, penutup kepala, hingga aksesoris seperti tongkat.

Bupati Dairi, Jhonny Sitohang yang juga mengenakan pakaian adat mengharapkan kegiatan ini tetap dilestarikan. Pasalnya, kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 1995.

"Kita bisa melestarikan kegiatan ini dengan gotong-royong. Kalau, berharap proposal, omong kosong dapat berlangsung turun menurun,"ujarnya dalam pidato di Gedung Nasional, Jalan SM. Raja.

Ketua Sulang Silima-silima Suak (ketua suku Pakpak), Raja Ardin Ujung mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap generasi muda semakin mengetahui seluk beluk budaya Pakpak.

Katanya, Pesta Njuah-njuah ini dapat diartikan sebagai kolaborasi antara raja dan rakyat. Raja di sini dianggap yakni bupati, gubernur, dan presiden.

"Pesta Njuah-njuah2 ini untuk menggali budaya Pakpak itu suapaya lestari. Bisa dikategorikan sebagai pesta Aur,"ujarnya di sela-sela acara.

Usai pawai keliling kota, para penari langsung menyambut raja. Sebanyak 30 penari dengan terampil dan indah menggerakkan tarian Era-era dengan musik genderang.(*)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help