Diduga Tenggak PCC, Kedua Kaki dan Tangan Wanita Ini Diikat

Hingga kini, LN masih terlihat pucat dan gelisah. Agar kondisinya tetap stabil, dokter memberinya infus berkandungan nutrisi.

Diduga Tenggak PCC, Kedua Kaki dan Tangan Wanita Ini Diikat
KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE
LN (20), wanita yang diduga mengonsumsi paracetamol caffeine carisoprodol (PCC), hingga saat ini belum sadar dan masih menjalani perawatan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Kedua tangan dan kakinya sengaja diikat agar tidak memberontak dan berusaha melepaskan infus pada tangan kanannya. 

TRIBUN-MEDAN.com, BAUBAU – LN (20), wanita yang diduga mengonsumsi paracetamol caffeine carisoprodol (PCC), hingga saat belum sadarkan diri.

Ia masih dirawat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

“Pasien masih susah untuk diajak komunikasi. Hasil pemeriksaan, kondisinya stabil dan cenderung gelisah, “ kata dokter UGD RSUD Kota Baubau, Dr Kenangan, Selasa (26/9/2017).

Ia menambahkan, salah satu efek bagi pengguna PCC adalah korban terlihat bingung. “Saya tidak katakan dia (LN), menggunakan PCC. Hanya gejalanya bisa seperti itu,” ujarnya.

Hingga kini, LN masih terlihat pucat dan gelisah. Agar kondisinya tetap stabil, dokter memberinya infus berkandungan nutrisi.

Sedangkan kaki dan tangannya diikat agar tidak memberontak dan berusaha melepaskan infus di tangan kanannya.

“Dalam kondisi ini kesadarannya menurun jadi tidak bisa makan dan minum. Jadi makanan dan minum itu lewat infus semua,” ucap Kenangan.

Sebelumnya, pada Senin (25/9/2017) malam, LN tiba-tiba berperilaku aneh di dalam angkutan umum.

Ia bahkan hendak melompat keluar dari dalam mobil yang sedang berjalan. Ia diduga mengkonsumsi PCC sehingga langsung dilarikan ke Puskesmas Bungi di Kota Baubau. (Defriatno Neke)

Berita ini telah terbit di Kompas.com dengan judul "Diduga Konsumsi PCC, Kedua Kaki dan Tangan Wanita Ini Diikat."

Editor: Liston Damanik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help