Lagi-lagi Buni Yani Mengamuk di Sidang, Ini Pertanyaan Menohok dari JPU

Suasana persidangan kembali riuh. Perang argumen dengan nada tinggi menggema di ruang sidang.

Lagi-lagi Buni Yani Mengamuk di Sidang, Ini Pertanyaan Menohok dari JPU
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Tim Jaksa Penuntut Umum bersama tim penasihat hukum Buni Yani saat berdiskusi di meja majelis hakim dalam persidangan kasus pelanggaran ITE di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (26/9/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com - Sidang pelanggaran UU ITE, dengan terdakwa Buni Yani kembali digelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (26/9/2017).

Sidang ke-15 tersebut beragendakan pemeriksaan Buni Yani sebagai terdakwa.

Suasana persidangan kembali riuh. Perang argumen dengan nada tinggi menggema di ruang sidang.

Dalam sidang sebelumnya, Selasa (29/8/2017), Buni Yani juga marah pada JPU.

Pada sidang Selasa (26/9/2017), silang pendapat itu dipicu pertanyaan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menanyakan bukti dari mana Buni Yani mendapat video versi singkat pidato Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu.

Pertanyaan JPU mengarah pada dakwaan yang menyebut Buni melanggar pasal 32 ayat 1 UU ITE karena dianggap telah memotong atau mengedit video pidato Ahok.

"Saya menegaskan, darimana anda dapat video berdurasi 30 detik itu?" tanya salah seorang anggota JPU.

"Saya mendapatkan video itu dari akun Facebook bernama Media NKRI," jawab Buni.

Anggota JPU lantas meminta Buni Yani memperlihatkan bukti jejak digital bahwa video itu diunduh melalui gawainya dari akun Facebook Media NKRI.

"Kalau benar men-download pasti bisa diperlihatkan bukti download-nya di handphone," ucap anggota JPU.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help