TribunMedan/

Ini Rumah Sakit Terbesar di Sidikalang, Tapi Tak Bisa Tangani Penyakit Ini

Direktur Umum RSUD Sidikalang, Hendry Manik mengaku pasien tersebut akan dirujuk ke rumah sakit di luar Kabupaten Dairi.

Ini Rumah Sakit Terbesar di Sidikalang, Tapi Tak Bisa Tangani Penyakit Ini
Tribun Medan/Tommy
Direktur Umum RSUD Sidikalang, Hendry Manik, Rabu (27/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Beberapa pasien yang memiliki penyakit yang berat seperti jantung, patah tulang, dan penyakit berbahaya lainnya tidak dapat memanfaatkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang.

Direktur Umum RSUD Sidikalang, Hendry Manik mengaku pasien tersebut akan dirujuk ke rumah sakit di luar Kabupaten Dairi.

Hal ini terjadi katanya, RSUD Sidikalang yang telah berdiri sejak tahun 2006 masih berada dalam taraf kelas C dan merupakan yang terbesar di Dairi.

Dalam kelas ini, pihak rumah sakit hanya memiliki 12 dokter spesialis. Ada pun dokter spesialisnya yakni dokter spesialis penyakit dalam, anak, paru, patologi klinik, radiologi, dan jiwa. 

Baca: ANEH! Air Sungai Kenang Berubah Warna, Ini yang Terjadi pada Ribuan Ikan

"Kita punya rumah sakit kelas C. Jadi, beberapa penyakit yang tak bisa dilayani. Contoh patah tulang. Karena itu kerjaan ortopedi yang lakukan bukan dokter umum kelas C yang kita punya," ujarnya, Rabu (27/9/2017). 

Saat disinggung, apakah akan mendatangkan dokter spesialis yang kosong, ia mengaku kurang efesien. Katanya, dalam kasus penyakit seperti jantung hanya terjadi maksimal 10 dalam setahun. 

"Kasus yg patah tulang misalnya 10 orang setahun. Jadi kan tak mungkin kita letakkan dokter spesialis di sini. Jadi lebih bagus rujuk saja. Ini kan gak balance. Dengan kerugian yg kita tanggung. Karena ada tunjangannya Rp 20 juta per bulan,"katanya. 

Baca: PESTA Budaya Njuah-njuah, Tahun Ini Ada yang Berbeda di Sidikalang

Selain itu, tentang buruknya pelayanan di RSUD Sidikalang, Hendry mengatakan masih banyak masyarakat yang tak mengerti aturan untuk dapat mendapatkan pelayanan.

Namun, ia mengaku sering pasien marah-marah kepada pihak rumah sakit. 

"Tentunya saya menanggapi itu, saya memberikan pelayanan ke masyarakat. Saya sampaikan dengan teman-teman di sini. Ada satu orang yg menerangkan ke pasien tata caranya," katanya.(*)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help