TribunMedan/

HUT Tribun Medan

Tujuh Tahun Mengukuhkan Koran Milenial

Kami mohon doa dan dukungan sidang pembaca, relasi dan narasumber, agar kiranya surat kabar ini senantiasa menghadirkan pemberitaan terkini...

Tujuh Tahun Mengukuhkan Koran Milenial
Facebook/Domu D. Ambarita
Pemimpin Redaksi Tribun Medan/Tribun-Medan.com Domuara Ambarita. 

FILM Pengkhianatan G30S/PKI merupakan tontonan wajib pada masa lalu. Sejak rilis tahun 1984, karya sutradara Arifin C Noer, selalu hadir menghiasi layar kaca stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI), setiap tahun.

Film yang diproduseri Nugroho Notosusanto, Menteri Pendidikan era Presiden Soeharto itu selalu disiarkan ulang TVRI hingga 1998, tiap tanggal 30 September. Barulah setelah presiden yang berkuasa selama 32 tahun Orde Baru, berganti dari Soeharto kepada BJ Habibie, pemutaran film terkait peristiwa bersejarah pembunuhan tujuh perwira TNI Angkatan Darat pada 30 September 1965 itu dihentikan. Film itu tak diputar ulang sejak 24 September 1998, karena sejumlah alasan.

Tiga tokoh sentral berperan menghentikan pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI. Mereka adalah mantan KSAU Marsekal TNI (Purnawirawan) Saleh Basarah, Menteri Penerangan Letjen TNI (Purnawirawan) Muhammad Yunus Yosfiah, dan Menteri Pendidikan Juwono Sudarsono.

Mantan Menteri Pendidikan Juwono Sudarsono ketika itu mengatakan, ia pernah ditelepon Saleh Basarah sekitar Juni‑Juli 1998. "Beliau keberatan karena film itu mengulang‑ulang keterlibatan perwira AURI pada peristiwa itu (30 September)," kata Juwono kepada Tempo, 28 September 2012.

Adapun Menteri Penerangan saat itu Yunus Yosfiah, mengatakan, pemutaran film yang bernuansa pengultusan tokoh, seperti film Pengkhianatan G 30 S PKI Janur Kuning, dan Serangan Fajar tidak sesuai dengan dinamika Reformasi.

"Karena itu, tanggal 30 September mendatang, TVRI dan TV swasta tidak akan menayangkan lagi film Pengkhianatan G30S/PKI," ujar Yunus seperti dikutip dari Kompas edisi 24 September 1998.

Bagi generasi veteran, sebuatan bagi warga dunia yang lahir antara tahun 1922 hingga 1945, generasi baby boomers (1946‑1964) dan generasi X (lahir 1965‑1980), film G30S PKI barangkali merupakan hal biasa. Mereka mafhum berulang kali menonton film berdurasi 271 menit atau 4 jam 31 menit itu.

Setelah stop selama 19 tahun, belakangan usul pemutaran film tersebut mencuat kembali. Adalah Panglima TNI Gatot Nurmantyo pengagasnya. Sementara sebagian kalangan menganggap tidak perlu pemutaran ulang dan nobar film itu, dengan banyak alasan bertolak belakang.

Di tengah polemik dan pro-kontra, Presiden Joko Widodo mengatakan, setiap warga wajib mengetahui sejarah bangsanya. Namun menurut Jokowi, perlu ada versi baru dari film bertema PKI untuk memudahkan generasi milenial mengetahui PKI dan bahaya komunisme.

"Akan lebih baik kalau ada versi baru, kekinian, bisa masuk ke generasi milenial," ujar Jokowi, awal bulan ini.

Halaman
1234
Penulis: Domuara D Ambarita
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help