TribunMedan/

Benarkah Motor Sepeda Bebek Mulai Kehilangan Peminatnya?

Banyak yang beranggapan demikian karena produk-produk model ini jarang mengalami penyegaran.

Benarkah Motor Sepeda Bebek Mulai Kehilangan Peminatnya?
Istimewa
Pilihan sepeda motor bebek untuk harian, masih menjadi alternatif. 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA-Produk sepeda motor jenis bebek atau underbone dinilai sudah mulai ditinggalkan. Banyak yang beranggapan demikian karena produk-produk model ini jarang mengalami penyegaran.

Dari data distribusi Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI), model bebek hingga Agustus 2017 tercatat sebanyak 374.636 unit. Khusus untuk merek Honda sendiri tercatat sebanyak 241.668 unit di kurun waktu yang sama.

Lantas apa benar model bebek mulai kehilangan peminatnya? Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) coba menjelaskan.

"Segmen bebek kalau dilihat tiga tahun lalu masih berkontribusi 10 persen dari pasar. Tahun lalu sekitar delapan sampai sembilan persen. Tahun ini diperkirakan sekitar delapan persen. Ini angka masih terbilang wajar bagi jualan sepeda motor," ucap Thomas saat ditemui beberapa waktu lalu.

Thomas membandingkan, motor jenis sport yang banyak dikira digemari konsumen itu, juga pernah mengalami penurunan sekitar 10 sampai 11 persen.

Ini artinya dari kontribusi pasar tersebut tidak bisa dikatakan model bebek kecil namun lebih tepatnya berimbang.

"Saat ini pemilihan model berdasarka harga dan juga kebutuhan. Bebek lebih personal, skutik mungkin buat keluarga. Nantinya kalau merasa motornya biasa, ingin berbeda akan melirik sport. Konsumen juga melihat, jika dia mau ganti motor, dia akan menilai model yang paling bisa dipakai bersama-sama untuk saat ini," ucap Thomas.

Setelah pernyataan ini, Honda kemudian menghadirkan penyegaran dari produk di kelas underbone yakni Sonic. AHM memberikan warna baru Honda Racing Red dan mengganti desain warna sebelumnya yang sudah ada. Motor ini dibanderol mulai Rp 21,9 juta. (Otomania.com/Setyo Adi Nugroho)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help