TribunMedan/

Media Sosial

Tulisan Danz Suchamda: 49 Tahun Negeriku Diobok-obok Asing

Bayangkan kapal kontainer ribuan ton mondar-mandir dari pelabuhan di Papua setiap harinya untuk membawa emas Indonesia ke USA.

Tulisan Danz Suchamda: 49 Tahun Negeriku Diobok-obok Asing

TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang netizen menuliskan gundahan hatinya terhadap kisruh republik ini di akunnya @Danz Suchamda dengan judul "49 Tahun Negeriku Diobok-obok Asing".

Ia menulis bahwa keadaan pemerintahan saat ini dianggap lebih baik sejak dari krisis moneter tahun 1998.

Namun, pengelolaan yang dianggap lebih baik itu justru tidak menyenangkan para mafia-mafia.

Berikut tulisan yang dipostingnya, 27 September 2017 yang sudah dishare seribuan warganet.

Warganet
facebook.com/suchamda

"49 Tahun Negeriku Diobok-obok Asing"

Tahun 1965 nilai mata uang 1 USD = Rp 11,4,-. Tahun 2014 menjadi berkisar 1 USD = Rp 13.500,-  Krisis monter tahun 1998 sempat melonjak hingga Rp 18.000,-

Heran ! Semua yang belajar ilmu Ekonomi pasti tahu bahwa uang sekunder itu nilainya ditentukan dari uang primernya. Nilai mata uang yang beredar kekuatannya bergantung pada cadangan emas yang dimiliki suatu negeri.

Aneh tapi nyata! Negeri yang memiliki deposit emas terbesar dan juga telah mengekspor emas terbesar di dunia malah memiliki nilai mata uang yang ajeg melorot sampai hampir tidak ada nilainya di peredaran dunia.

Bayangkan kapal kontainer ribuan ton mondar-mandir dari pelabuhan di Papua setiap harinya untuk membawa emas Indonesia ke USA. Sementara komisi pertambangan masuk ke kantong pribadi pejabat-pejabat yang secara kolutif menggolkan proyek2 itu jatuh ke tangan asing. Bukankah itu menjual negeri?

Maka jangan heran, banyak money changer di negeri-negeri di dunia tidak mau menerima Rupiah untuk ditukarkan. Terpaksa penduduk Indonesia yang hendak perjalanan ke luar negeri harus mengalami 2x kerugian converting-rate (tarif pengubahan jenis mata uang).

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help