TribunMedan/

NEWS VIDEO: Berjumpa, Kapolri dan Panglima TNI Malu-malu saat Salaman

Terjadi momen yang menarik saat Menko Polhukam Wiranto menjawab pertanyaan media persoalan senjata impor Polri, Minggu (1/10/2017).

TRIBUN-MEDAN.COM - Terjadi momen yang menarik saat Menko Polhukam Wiranto menjawab pertanyaan media persoalan senjata impor Polri, Minggu (1/10/2017).

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jendera Tito Karnavian terlihat malu-malu saat bersalaman.

Sebagaimana diketahui, belakangan ini publik ramai memperbincangkan soal pernyataan yang disampaikan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, adanya Institusi lain yang mengimpor 5000 pucuk senjata ilegal.

Hingga Menteri Koordiantor Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto pun turun tangan dan menyebutkan Badan Intelijen Negara (BIN) merupakan institusi yang disebut oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berniat memasukan senjata dalam jumlah banyak ke Indonesia.

Jumlah yang dibeli menurut Wiranto hanya sebanyak 500 pucuk.

Tidak seperti yang disebutkan Panglima TNI, yakni sebanyak 5000 pucuk.

Menurut Wiranto, terdapat masalah komunikasi hingga Gatot mengeluarkan pernyataan ada institusi di luar TNI dan Polri yang hendak menyeludupkan senjata dalam jumlah banyak.

"Karena setelah saya memanggil kepala BIN, menghubungi Panglima TNI, Kapolri dan institusi lain yang terkait dengan ini, ternyata memang ini hanya masalah komunikasi yang tidak tuntas," ujar Wiranto dalam konfrensi pers di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2017).

Baca: Jejak Aris Wahyudi, Awal Karir Peneliti Lapan Lalu Dirikan Situs Lelang Perawan Nikahsirri.com

Menkopolhukam mengakui pernyataan Panglima TNI yang diucapkan di acara yang juga dihadiri olehnya di Mabes TNI, Jumat lalu (22/9/2017), telah menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat.

Bahkan menurutnya pernyataan itu, bisa membuat masyarakat berpikir bahwa ada pihak di luar TNI dan Polri, yang hendak membangun kekuatan.

Ia menegaskan, hal tersebut sama sekali tidak benar.

Berikut Video Mereka:

Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help